Liputan6.com, Jakarta - SEAAM (South East Asia Academic Mobility) bersama Universitas LIA tengah merancang penyelenggaraan simposium internasional yang akan melibatkan sejumlah perguruan tinggi terkemuka dari Britania Raya dan Irlandia.
Informasi ini disampaikan oleh Ismail Suardi Wekke, anggota Komite Saintifik SEAAM, pada Selasa, 3 Juni 2025. Menurutnya, simposium ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama strategis yang selama ini telah terjalin antara SEAAM, Universitas LIA, dan mitra internasional, khususnya University of South Wales di Britania Raya.
Advertisement
Simposium ini akan menjadi kelanjutan dari sejumlah kolaborasi sebelumnya, termasuk kuliah umum yang sukses menghadirkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan Inggris. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat jaringan akademik, tetapi juga membuka ruang dialog lintas negara dan disiplin ilmu.
Rencananya, simposium ini akan memfokuskan pembahasan pada isu-isu penting seperti inovasi pendidikan, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta pengembangan riset kolaboratif antarnegara. Melalui forum ini, diharapkan lahir peluang baru bagi pertukaran ide, pengalaman global, dan pengembangan kapasitas akademik yang lebih inklusif.
Kerja sama antara SEAAM dan University of South Wales sendiri telah berlangsung dinamis sejak 2021, diawali dengan inisiatif bersama dalam bentuk webinar dan lokakarya virtual. Kala itu, program difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia di tengah tantangan pandemi global.
Pada tahun-tahun berikutnya, kolaborasi tersebut berkembang lebih konkret dengan penyelenggaraan kuliah umum daring yang mengangkat isu-isu strategis, mulai dari teknologi informasi, isu lingkungan, hingga studi budaya. Akademisi dari kedua belah pihak aktif terlibat dalam diskusi yang memperkaya perspektif lintas bangsa.
Peluang Kerja Sama
Tahun 2022 menjadi tonggak penting ketika SEAAM dan University of South Wales mulai mengeksplorasi peluang program pertukaran pelajar dan magang internasional. Inisiatif ini memberi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk merasakan langsung pengalaman akademik di lingkungan kampus Britania Raya.
Kini, kedua pihak tengah menyiapkan langkah berikutnya—yakni menghadirkan simposium bertaraf internasional yang akan memperluas kolaborasi, tidak hanya dengan University of South Wales, tetapi juga perguruan tinggi lain dari Inggris dan Irlandia.
Simposium ini menjadi bukti nyata komitmen jangka panjang untuk memperkuat koneksi akademik antara Asia Tenggara dan Eropa, sekaligus membangun fondasi kerja sama yang lebih luas dalam pendidikan tinggi dan penelitian global.