Diet One Meal A Day Ramai di Medsos, Dokter: Lebih Baik Diet Gizi Seimbang

Diet one meal a day (OMAD) atau makan sekali sehari, bukanlah metode yang aman untuk semua orang. Ini kata dokter terkait diet tersebut.

oleh Tim HealthDiterbitkan 10 Juni 2025, 06:00 WIB
Diet tak perlu aneh-aneh seperti one meal a day. Dokter lebih menyarankan jalani diet gizi seimbang. (Foto: Freepik/wirestock).

Liputan6.com, Jakarta Diet one meal a day (OMAD) atau makan satu kali sehari menjadi tren di kalangan masyarakat yang ingin menurunkan berat badan. Beberapa publik figur di Indonesia juga mengungkapkan hal tersebut lewat media sosial pribadinya. Dokter spesialis penyakit dalam Farid Kurniawan 

Dokter spesialis penyakit dalam Farid Kurniawan tidak setuju dengan cara penurunan berat badan dengan menjalankan diet One Meal a Day (OMAD). Menurutnya diet yang cuma makan sekali sehari bisa berbahaya bagi metabolisme tubuh.

"Kalau One Meal A Day, saya pribadi tidak setuju, terlalu ekstrem. Itu terlalu berbahaya untuk metabolisme tubuh," kata Farid mengutip Antara.

Bila ingin mendapatkan berat badan ideal, Farid menyarankan untuk melakukan diet dengan menerapkan prinsip gizi seimbang.

"Daripada melakukan diet ekstrem yang jelas berbahaya, saya sarankan cukup jalani diet gizi seimbang," katanya.

 

 

Keuntungan Jalani Diet Gizi Seimbang

Dengan menjalankan diet yang menerapkan gizi seimbang membuat kalori yang masuk ke tubuh tidak berlebihan. Alhasil dalam jangka panjang berat  badan yang diinginkan bsia tercapai

"Mau makan tiga kali sehari yang porsi besar dua kali, snacking atau porsi kecil, boleh silakan. Yang penting jumlah dan komposisinya yang pas. Kalorinya enggak kelebihan, kemudian komposisi karbohidrat, protein, lemaknya juga pas," tutur Farid dalam konferensi pers peluncuran Met-U Prodia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Diet Enggak Perlu Aneh-Aneh

Farid mengatakan saat menjalankan sebuah pola makan terpenting saat menjalankan diet adalah suatu proses panjang bukan cuma satu atau dua tahun.

"Enggak perlu diet aneh-aneh, diet OMAD, ketogenik, OCD. Selama orang itu melakukan diet yang seimbang dan dilakukan jangka panjang, hasilnya jauh lebih bagus," kata Farid

"Small step (langkah kecil) tapi konsisten. Enggak ada orang kalau mau sehat, dietnya cuman setahun," tambahnya.

 

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya