Gubernur Malut Sherly Tjoanda Sowan ke Rumah Dedi Mulyadi, Bahas Apa?

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda berkunjung ke kediaman Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang, Jabar.

oleh Ahmad ApriyonoDiperbarui 09 Juni 2025, 13:32 WIB
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda berkunjung ke kediaman Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang, Jabar. (Liputan6.com/ Dok Youtube Dedi Mulyadi)

 

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda berkunjung ke kediaman Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang, Jabar, Minggu (9/6/2025). Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai hal, termasuk tentang keluarga sampai pengelolaan keuangan daerah. 

"Kami hanya silaturahmi, tapi sharing juga tentang pengelolaan keuangan daerah dan transparansi keuangan daerah," kata Dedi Mulyadi. 

Dedi juga mengatakan, Pemprov Jabar juga akan mengadakan kerja sama soal pertanian dengan Pemprov Maluku Utara, terkait boleh tidak warga Jabar menggarap sawah di daerah Maluku Utara. Namun demikian, Dedi belum menjelaskan detail terkait kerja sama tersebut.

Dalam video Youtube pertemuan keduanya yang diunggah akun resmi Dedi Mulyadi, tampak Gubernur Malut Sherly mengenakan baju putih-putih yang datang bersama kedua teman dan anaknya. 

"Problem orang Jabar, mereka sudah lama meninggalkan tradisinya. Sekarang oleh saya diajakin lagi, tradisi itu bukan ketertinggalan, tapi kemajuan," kata Dedi dalam pertemuan tersebut. 

Dalam kesempatan itu juga, di hadapan Gubernur Sherly, Dedi mengatakan soal berkembangnya industri kuliner di sekitar rumahnya saat dirinya menjadi gubernur. Dedi Mulyadi juga mengatakan, dari Rp31 triliun uang Provinsi Jabar, sebanyak Rp19 triliuannya berasa dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang didominisai dari pajak kendaraan bermotor.

"Kalua saya gak bikin kebijakan itu (pemutihan pajak), minus yang ada, kita minus Rp1,5 triliun, denghan ada kebijakan ini ketutup," katanya.

 

Singgung Kelompok Intoleran

Gubernur Sherly kemudian mengatakan kepada Dedi Mulyadi soal kedatangannya itu, yakni ingin belajar tentang birokrasi pemerintahan. 

"Beda jadi bupati sama gubernur apa? Gampang mana jadi gubernur apa bupati?" tanya Sherly.

"Beda uang, dulu sedikit, sekarang banyak, gampang jadi gubernur, pusing jadi bupati, jadi bupati anggarannya kecil," jawab Dedi Mulyadi.

Dedi kemudian menyinggung soal kelompok intoleran yang selalu mengganggunya saat menjabat sebagai bupati Purwakarta.

"Ributnya itu, saya kan kerjanya ribut, kelompok atas nama agama, waktu itu saya pake iket gini, ribut. Bilang sampurasun, ribut. Pakai Iket katanya musrik, kafir, didemo. Waktu itu sata belum menguasai media sosial," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya