Kecelakaan Bus Mahasiswa Tewaskan 15 Orang, PM Malaysia Sampaikan Belasungkawa

Kecelakaan bus maut di Malaysia menewaskan 15 orang. Satu orang selamat berkat pulang lebih awal. Berikut kisahnya yang terselamatkan dari maut.

oleh Tanti YulianingsihDiperbarui 09 Juni 2025, 20:16 WIB
Ilustrasi Kecelakaan bus yang terjadi di Malaysia. (pexels/david iloba)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Kecelakaan mematikan dilaporkan terjadi di Malaysia.

"Setidaknya 15 orang tewas ketika sebuah bus yang mengangkut mahasiswa ditabrak oleh kendaraan serbaguna (MPV) di sepanjang Jalan Raya Timur-Barat di negara bagian Perak pada Senin (9/6/2025) pagi," kata pihak berwenang Malaysia seperti dikutip dari Xinhua.

Tabrakan tersebut, yang dilaporkan terjadi pada pukul 1:10 dini hari waktu setempat, melibatkan 48 orang, dengan 13 di antaranya ditemukan tewas di tempat kejadian, kata Civil Defense Force (Pasukan Pertahanan Sipil) dalam sebuah pernyataan.

Dua korban lainnya dilaporkan meninggal di rumah sakit, menurut Bernama.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga semua korban dalam kecelakaan tersebut, dan menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi untuk mengoordinasikan bantuan yang tepat bagi keluarga korban. 

Laporan Malay Mail menyebut bus yang celaka membawa mahasiswa Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI). Pasukan Pertahanan Sipil sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa tabrakan tersebut melibatkan total 48 orang.

Beberapa korban kecelakaan telah dilarikan ke Rumah Sakit Gerik untuk mendapatkan perawatan.

Adapun nasib penumpang MPV tersebut belum jelas.

Cerita Korban Selamat

Ilustrasi kecelakaan bus di Malaysia. (Unsplash/isaac n)

Perubahan rencana di menit-menit terakhir menyelamatkan seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) dari perjalanan bus mengerikan yang telah merenggut nyawa 15 orang.

Alia, seorang mahasiswa tahun pertama, telah kembali ke kampung halamannya tetapi memutuskan untuk kembali ke UPSI Kamis (5/6) lalu dan merayakan Idul Adha di kampus karena alasan pribadi, Berita Harian melaporkan.

"Saya seharusnya merayakan Idul Adha di Setiu, Terengganu, dan kembali ke kampus dengan bus itu tadi malam, tetapi saya mengubah rencana dan kembali ke Universitas Pendidikan Sultan Idris lebih awal. Kemudian sekitar pukul 3 pagi hari ini, saya terkejut mendengar bahwa bus yang membawa mahasiswa UPSI – yang seharusnya saya tumpangi – terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan 15 orang," katanya.

Alia mengatakan bahwa dia menerima rentetan panggilan dari orang-orang yang mengira dia ada di dalam bus. Dia semakin terkejut saat mengetahui bahwa namanya tercantum di antara penumpang bus yang terlibat dalam kecelakaan pukul 1 dini hari di Jalan Raya Timur-Barat dekat Tasik Banding, Perak.

"Saya tercengang dan tidak bisa berkata-kata saat mengetahui teman-teman saya terlibat dalam kecelakaan itu. Sebenarnya, banyak orang mengira saya ada di dalam bus itu karena nama saya ada di sana," katanya kepada surat kabar Malaysia.

Alia mengatakan semua korban di dalam bus berasal dari Besut dan Setiu di Terengganu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya