Momen Haru Cristiano Ronaldo: Tangisan di Tengah Kemenangan Portugal

Cristiano Ronaldo kembali menjadi pahlawan bagi Portugal. Pada usia 40 tahun, ia mencetak gol penyama kedudukan di final UEFA Nations League 2025 dan membawa timnya menjadi juara.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 09 Juni 2025, 09:17 WIB
Momen kapten Portugal Cristiano Ronaldo mengangkat trofi UEFA Nations League 2024/2025. (John MACDOUGALL / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Cristiano Ronaldo kembali menjadi pahlawan bagi Portugal. Pada usia 40 tahun, ia mencetak gol penyama kedudukan di final UEFA Nations League 2025 melawan Spanyol, Senin (9/5/2025) dini hari WIB.

Gol itu menjadi suntikan semangat bagi timnya. Pertandingan berlanjut hingga adu penalti yang dimenangkan Portugal.

Namun, yang paling mencuri perhatian bukan hanya gol Ronaldo. Air mata sang megabintang setelah laga berakhir menjadi sorotan publik.

Ini menjadi gelar internasional ketiga Ronaldo bersama Portugal. Sebelumnya, mantan pemain Real Madrid tersebut mengangkat trofi Euro 2016 dan UEFA Nations League 2019.


Gol Bersejarah di Usia 40 Tahun

Selebrasi Cristiano Ronaldo usai mencetak gol di laga Portugal vs Spanyol di final UEFA Nations League, Senin (09/06/2025) dini hari WIB. (AP/Matthias Schrader)

Pertandingan di Allianz Arena berjalan sengit sejak awal. Spanyol sempat unggul lebih dulu, namun Portugal tidak menyerah begitu saja.

Di menit ke-61, Nuno Mendes melepas umpan silang dari sisi kiri. Bola sempat dihalau bek Spanyol, namun Ronaldo berada di posisi sempurna.

Tendangan kaki kanannya memastikan gol ke-938 sepanjang kariernya. Ini juga menjadi gol ke-138 bersama tim nasional Portugal.


Air Mata yang Menggetarkan Dunia

Momen kapten Portugal Cristiano Ronaldo menerima medali juara UEFA Nations League 2024/2025.(Alexandra BEIER / AFP)

Sayangnya, Ronaldo tak bisa bermain penuh. Ia digantikan Goncalo Ramos di menit ke-86 karena mengalami cedera.

Sisa laga ia saksikan dari bangku cadangan. Ketika Ruben Neves mencetak gol penalti kemenangan, Ronaldo menutupi wajahnya dan kemudian menangis.

Tangisan itu menjadi simbol kebahagiaan Ronaldo. Momen ini membuat para penggemar mengenang kembali Euro 2016, saat Ronaldo juga mengangkat trofi dari pinggir lapangan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya