Berat Badan Tembus 74 Kg, Menkes Budi Akui Dirinya Overweight

Menkes Budi Gunadi Sadikin ungkap berat badannya 74 kg dan tergolong overweight. Ia ajak masyarakat cek BMI dan manfaatkan program cek kesehatan gratis.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 08 Juni 2025, 14:00 WIB
BMI Menkes Budi 25,9, masuk kategori overweight. Orang nomor 1 di Kemenkes RI mengimbau masyarakat manfaatkan cek kesehatan gratis untuk deteksi dini risiko penyakit kronis. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengakui bahwa dirinya mengalami kelebihan berat badan atau overweight.

Hal ini dia sampaikan usai menjalani cek kesehatan gratis (CKG) dan mengecek indeks massa tubuh (IMT) atau body mass index (BMI) miliknya.

"Saya harus mengurangi berat badan. Sekarang beratnya 74 kilogram," ujar Menkes Budi dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @bgsadikin, baru-baru ini.

Dalam keterangan video tersebut, Menkes menyebut bahwa BMI-nya saat ini berada di angka 25,9, yang berarti sudah melewati batas normal.

"Saya kira masih normal aja, ternyata kalau dihitung IMT-nya menjadi 25,9 yang berarti overweight," tulis Budi.

Meskipun secara kasatmata tubuhnya terlihat ideal, angka BMI membuktikan sebaliknya.

Menkes yang kini berumur 64 tahun itu menargetkan untuk menurunkan berat badan agar kembali ke kategori normal.

"Batas maksimalnya 24. Jadi, saya harus menurunkan berat badan, targetnya sampai 70 kilogram," ujar orang nomor 1 di Kemenkes RI tersebut.

Dengan menurunkan berat badan sekitar 2 hingga 4 kilogram, BMI-nya diharapkan kembali ke rentang normal.

Cek Kesehatan Gratis Bikin Tahu Kondisi Tubuh

BMI Menkes Budi 25,9, masuk kategori overweight. Dia masyarakat manfaatkan cek kesehatan gratis untuk deteksi dini risiko penyakit kronis. (Dok Kemenkes RI)

Menkes Budi Gunadi Sadikin turut mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis yang digagas oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Menurutnya, program ini bisa membantu mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini. "Kalau kita ikut cek kesehatan gratis programnya Pak Prabowo, kita jadi tahu kesehatan kita yang kurang baik. Saya aja merasa tidak terlalu berat, tapi ternyata tetap harus menurunkan berat badan agar BMI kembali normal," ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Budi Gunadi Sadikin (@bgsadikin)

BMI Tinggi Berisiko Picu Penyakit Kronis

BMI Menkes Budi 25,9, masuk kategori overweight. Orang nomor 1 di Kemenkes RI mengimbau masyarakat manfaatkan cek kesehatan gratis untuk deteksi dini risiko penyakit kronis. (Foto: tangkapan layar YouTube TVR Parlemen)

Menkes menegaskan bahwa BMI memiliki korelasi yang sangat tinggi dengan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes.

Kedua kondisi tersebut merupakan faktor utama penyebab stroke dan risiko terjatuh yang serius, terutama pada usia lanjut.

"Jangan lupa, indeks massa tubuh itu sangat tinggi korelasinya ke darah tinggi dan diabetes. Nah, itu adalah penyebab utama penyakit stroke sama jatuh," katanya.

BMI atau Indeks Massa Tubuh adalah indikator yang digunakan untuk menilai apakah seseorang memiliki berat badan ideal dibandingkan dengan tinggi badannya.

BMI dihitung dengan rumus: BMI = Berat Badan (kg) / (Tinggi Badan (m))²

Nilai BMI normal berada di kisaran 18,5 – 24,9.

Jika BMI melebihi angka ini, maka seseorang tergolong kelebihan berat badan atau obesitas, yang meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan penyakit jantung.

Menkes Budi Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan

BMI Menkes Budi 25,9, masuk kategori overweight. Orang nomor 1 di Kemenkes RI mengimbau masyarakat manfaatkan cek kesehatan gratis untuk deteksi dini risiko penyakit kronis. (Foto: Istimewa).

Di akhir pesannya, Menkes Budi mengajak seluruh masyarakat untuk mulai peduli terhadap kesehatannya dengan melakukan langkah-langkah sederhana seperti menjaga berat badan, aktif bergerak, dan mengikuti program pemeriksaan kesehatan yang tersedia.

"Mari kita jaga kesehatan kita," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya