Liam Delap: Dari Lapangan Rugby ke Chelsea, Perjalanan Menakjubkan Sang Predator

Liam Delap bukanlah nama asing di dunia sepak bola Inggris. Pemain berusia 22 tahun ini baru saja resmi bergabung dengan Chelsea setelah musim impresif bersama Ipswich Town.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 07 Juni 2025, 22:16 WIB
Pemain incaran Manchester United, Liam Delap (AFP)

Liputan6.com, Jakarta Liam Delap bukanlah nama asing di dunia sepak bola Inggris. Pemain berusia 22 tahun ini baru saja resmi bergabung dengan Chelsea setelah musim impresif bersama Ipswich Town.

Awalnya, Delap justru lebih dikenal sebagai atlet rugby dan pelari cepat di masa sekolahnya. Postur tubuhnya yang besar membuatnya menonjol di lapangan hijau sejak kecil.

Kini, Delap telah menjelma menjadi salah satu striker paling ditakuti di Premier League. Musim lalu, ia mencetak 12 gol untuk Ipswich meski klub tersebut terdegradasi.

Chelsea berhasil mengamankan tanda tangannya setelah bersaing dengan beberapa klub top Inggris. Nilai transfernya mencapai 30 juta pounds. Berikut ini perjalanan karier Delap hingga menuju Chelsea.


Warisan Sepak Bola Keluarga

Pemain Chelsea, Tosin Adarabioyo berebut bola dengan pemain Ipswich Town, Liam Delap pada laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 yang berlangsung di Portman Road, Ipswich, Inggris, Selasa (31/12/2024) dini hari WIB. (AFP/Glyn Kirk)

Liam Delap terinspirasi menjadi pesepak bola profesional sejak kecil. Ia sering menyaksikan ayahnya, Rory Delap, berlaga di Premier League bersama Stoke City.

Rory Delap dikenal sebagai gelandang tengah yang tangguh. Namun, ia justru lebih terkenal karena lemparan panjangnya yang mematikan, bahkan sempat dikaitkan dengan atletik lempar lembing.

Liam mengaku atmosfer sepak bola di stadion membuatnya jatuh cinta pada olahraga ini. "Saya selalu ingin bermain di depan penonton dan merasakan momen seperti itu," ujarnya.

Kini, ia mewujudkan mimpinya dengan menjadi striker andalan Chelsea. Perjalanannya tidak lepas dari dukungan dan inspirasi sang ayah.


Bakat Multitalenta Sejak Sekolah

Gelandang Ipswich Town asal Inggris bernomor punggung 19, Liam Delap, merayakan gol kedua bagi timnya dalam pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Ipswich Town di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, pada tanggal 26 Februari 2025. (Oli SCARFF/AFP)

Sebelum fokus di sepak bola, Delap juga unggul di rugby dan atletik. Ia bahkan pernah mencetak hat-trick dalam 10 menit usai jeda toilet saat pertandingan sepak bola sekolah.

Guru olahraganya, Mark Sellers, mengenang Delap sebagai siswa yang sangat cepat dan kuat. "Dia sangat cepat dan kuat, anak-anak lainnya tak mampu mengatasinya," katanya.

Pada usia 16 tahun, Delap bergabung dengan akademi Manchester City. Padahal, awalnya ia sempat ragu meninggalkan Derby County.

Keputusan itu ternyata tepat. Di City, bakatnya berkembang pesat bersama pemain muda berbakat seperti Cole Palmer dan James McAtee.


Dominasi di Akademi Manchester City

Pemain Manchester City, Liam Delap (kiri) berebut bola dengan pemain Bournemouth, Jack Simpson pada laga putaran ketiga Piala Liga Inggris di Etihad Stadium, Manchester, 24 September 2020. Delap merupakan penyerang Timnas Inggris U-20 yang memiliki nilai pasar tertinggi kedua, yaitu Rp121,67 Miliar menurut situs Transfermarkt. (AFP/Pool/Mike Egerton)

Delap menjadi salah satu bintang terbaik di akademi Manchester City. Ia mencetak 24 gol dalam 20 pertandingan untuk tim U-21 pada musim 2020/2021.

Lanjut Baca:

Ia juga memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda City dalam tujuh tahun terakhir saat debut melawan Bournemouth di EFL Cup. Menariknya, pelatih yang membantunya berkembang di akademi City adalah Enzo Maresca, yang kini menjadi manajer Chelsea. Pep Guardiola pernah memujinya sebagai "striker Inggris yang luar biasa". Namun, kedatangan Erling Haaland membuat Delap memilih mencari kesempatan di klub lain.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya