Legenda Urban: Penampakan Petapa Gaib di Lereng Gunung Sumbing

Sosok-sosok tersebut biasanya terlihat duduk bersila dengan pakaian hitam atau putih, seolah sedang bermeditasi atau melafalkan mantra. Penampakan ini sering terjadi pada malam hari atau saat kabut tebal menyelimuti gunung.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 15 Juni 2025, 02:00 WIB
Pendaki terlihat dari kejauhan saat mendaki menuju puncak Sumbing dengan latar belakang pemandangan Gunung Sindoro dan pegunungan lainnya pada pagi hari di Wonosobo, Jawa Tengah (3/4). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Yogyakarta - Gunung Sumbing di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tidak hanya menawarkan pesona alam tetapi juga kisah mistis yang telah mengakar dalam kepercayaan masyarakat. Salah satu legenda yang paling sering diceritakan adalah penampakan sosok pertapa gaib yang duduk bersila di sekitar kawasan gunung, terutama pada malam hari.

Mengutip dari berbagai sumber, Gunung Sumbing dikenal sebagai salah satu gunung yang dianggap memiliki hubungan erat dengan dunia gaib. Banyak pendaki melaporkan melihat sosok-sosok bertapa di sekitar lereng gunung, terutama di area yang dianggap keramat.

Sosok-sosok tersebut biasanya terlihat duduk bersila dengan pakaian hitam atau putih, seolah sedang bermeditasi atau melafalkan mantra. Penampakan ini sering terjadi pada malam hari atau saat kabut tebal menyelimuti gunung.

Menurut kepercayaan lokal, Gunung Sumbing dianggap sebagai gerbang menuju alam gaib. Banyak orang yang sengaja datang ke gunung ini untuk melakukan ritual atau mencari ilmu tertentu.

Beberapa pendaki bahkan mengaku merasa diawasi oleh sosok tak kasatmata selama perjalanan. Ada juga laporan tentang cahaya misterius yang muncul tiba-tiba di antara pepohonan, yang diyakini sebagai penanda keberadaan makhluk halus.

Selain penampakan pertapa, beberapa mitos lain juga melekat pada Gunung Sumbing. Salah satunya adalah larangan untuk bersikap tidak sopan atau mengucapkan kata-kata kotor selama pendakian.

 

Kemarahan Penghuni Gaib

Banyak yang percaya bahwa pelanggaran terhadap aturan tidak tertulis ini bisa mengundang kemarahan penghuni gaib gunung, yang berujung pada kesurupan atau tersesat secara tiba-tiba. Meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung legenda ini, kisah-kisah tersebut tetap hidup di kalangan pendaki dan masyarakat sekitar.

Bagi sebagian orang, cerita ini menjadi bagian dari daya tarik Gunung Sumbing, sementara bagi yang lain, ia berfungsi sebagai peringatan untuk selalu menghormati alam dan tradisi setempat. Gunung Sumbing merupakan gunung berapi tidak aktif dengan ketinggian mencapai 3.371 meter di atas permukaan laut.

Kawasan ini didominasi oleh hutan lebat yang menyimpan beberapa sumber air alami, yang oleh masyarakat setempat dianggap memiliki nilai keramat. Beberapa lokasi tertentu di sepanjang jalur pendakian, seperti Gua Lowo dan Bukit Pengilon, kerap dikaitkan dengan berbagai laporan aktivitas paranormal oleh para pendaki.

Penulis: Ade Yofi Faidzun

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya