Prabowo Pede Indonesia jadi Lumbung Pangan Dunia: Kita akan Bantu Negara Susah

Presiden Prabowo Subianto percaya diri Indonesia tak sekadar mencapai swasembada pangan. Namun, turut menjadi lumbung pangan dunia dan membantu negara lain yang membutuhkan.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 05 Juni 2025, 18:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) China Li Qiang dalam momen Indonesia-China Business Reception 2025 di Jakarta, Sabtu (24/5/2025) malam. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra).

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto percaya diri Indonesia tak sekadar mencapai swasembada pangan. Namun, turut menjadi lumbung pangan dunia dan membantu negara lain yang membutuhkan.

Hal ini disampaikan Prabowo dalam momen Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II. Pencapaian ini meyakinkannya kalau Indonesia bisa menjadi pemasok pangan dunia.

"Saya berkeyakinan dan hari ini saudara-saudara memperkuat saya. Saya berkeyakinan Indonesia tidak hanya swasemada pangan, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia," ungkap Prabowo dalam momen tersebut, mengutip tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (5/6/2025).

Kepala Negara menyampaikan, dengan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, maka akan mampu mengekspor ke negara lain. Dia menegaskan, kepercayaan dirinya ini bukan berarti sombong.

"Kita nanti akan bantu negara-negara yang susah. Bukan karena kita mau sombong, tidak. Kita mau Indonesia itu dipandang dengan terhormat," kata dia.

"Kita mau buktikan bahwa bangsa Indonesia bangsa yang kuat, bangsa yang baik hatinya. Bukan bangsa yang menimbulkan kesulitan bagi bangsa lain. Bangsa yang memberi solusi kepada bangsa lain," sambung Prabowo Subianto.

 

Swasembada Pangan Kunci Bangsa Merdeka

Petani memisahkan gabah saat panen padi di sawah Desa Bube Baru, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo (15/3). Mereka lebih memilih menggunakan tenaga manusia agar Kebersamaan mereka terhaga. (Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku tak akan tenang jika Indonesia belum mencapai swasembada pangan. Menurutnya, hal tersebut jadi fokusnya saat ini.

Dia menjelaskan, swasembada pangan menjadi kunci kemerdekaan. Menurutnya, tak ada bangsa merdeka yang tidak memenuhi kebutuhan pangannya dari hasil bumi sendiri.

"Swasembada pangan adalah kunci dari kemerdekaan. Tidak ada bangsa yang merdeka kalau tidak bisa produksi pangannya sendiri," ungkap Prabowo dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, mengutip tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (5/6/2025).

Tak Tenang Sebelum Swasembada Pangan

"Saya ulangi, tidak ada bangsa yang merdeka sesungguhnya kalau bangsa itu tidak bisa produksi makannya sendiri," imbuhnya.

Dia menegaskan kembali, swasembada pangan jadi fokusnya selama menjalani karir politiknya. Kepala Negara ini mengaku tidak akan tenang sebelum Indonesia swasbada pangan.

"Karena itu perjuangan saya selama saya di politik, pengabdian saya selalu fokus. Saya tidak akan tenang sebelum Indonesia swasemada pangan," tegas dia.

 

Semua Provinsi Harus Swasembada

Petani menggiling saat musim panen padi di sawah Desa Bube Baru, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo (15/3). Mulai dari menyabit padi hingga sudah menjadi bulir gabah itu semua mengunakan tenaga manusia. (Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)

Prabowo kembali menegaskan swasembada tak hanya dicapai secara nasional. Namun, seluruh provinsi diminta untuk memenuhi kebutuhan pangannya.

"Indonesia tidak boleh hanya swasemada pangan, bukan Indonesia yang harus swasemada pangan. Setiap provinsi harus swasemada pangan," katanya.

"Setiap provinsi harus swasemada pangan.Setiap pulau harus bisa berdiri sendiri. Ini kunci kemerdekaan kita," sambung Prabowo.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya