Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia diperkirakan akan sedikit terkoreksi pada perdagangan Kamis (5/6/2025). Pada Rabu, 4 Juni 2025 harga emas dunia berdiri di kisaran USD 3.348.
“Ada kemungkinan besar (harga emas dunia) akan menuju USD 3.324. Kalau seandainya tidak menyentuh level tersebut, kemungkinan akan kembali ke level USD 3.394,” ungkap pengamat pasar, Ibrahim Assuaibi kepada Liputan6.com di Jakarta, Rabu (4/6/2025).
Advertisement
Ibrahim menjelaskan, salah satu fundamental yang mempengaruhi harga emas dunia adalah berita adanya potensi dialog antara Amerika Serikat dan Tiongkok terkait isu tarif sebesar 50% untuk impor baja dan aluminium.
Seperti diketahui, pejabat AS sebelumnya mengungkapkan bahwa belum ada komunikasi AS dan pejabat Tiongkok terkait tarif impor kedua negara, sehingga perlu melakukan pertemuan untuk mencapai kesepakatan.
Faktor kedua, adalah ketegangan militer Rusia-Ukraina usai Ukraina melakukan penyerangan terhadap bandara di Rusia yang menghancurkan 41 pesawat terbang.
“Ini juga menjadi satu ketegangan yang cukup luar biasa. Sebenarnya ini yang bisa mengangkat sentimen positif terhadap harga emas,” papar Ibrahim.
Fundamental lainnya adalah pertemuan sejumlah pejabat Bank Sentral AS (Federal Reserve) yang menegaskan kembali masih belum akan memangkas tentang suku bunga.
“Karena kita lihat bahwa perang dagang terus terjadi dan kondisi ini membuat Bank Sentral (The Fed) walaupun dikritik oleh Trump untuk menurunkan suku bunga tapi masih akan tetap mempertahankan suku bunga,” jelas Ibrahim.
Adapun perkembangan terkait RUU paja AS yang kemungkinan besar ini juga akan disetujui oleh Kongres.
“Sehingga ini yang akan meningkatkan utang yang cukup tinggi USD 3-5 triliun membuat harga emas kemungkinan akan kembali mengalami kenaikan,” imbuhnya.
Harga Emas Hari Ini 4 Juni 2025 Terjun Bebas Usai Cetak Rekor Termahal
Diwartakan sebelumnya, harga emas anjlok lebih dari 1% pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) setelah mencapai level tertinggi dalam hampir empat minggu.
Harga emas dunia tertekan oleh dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat karena investor menjadi berhati-hati menjelang kemungkinan panggilan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping.
Dikutip dari CNBC, Rabu (4/6/2025), harga emas hari ini di pasar spot turun 0,8% menjadi USD 3.352,45 per ons, setelah mencapai harga tertinggi sejak 8 Mei, di awal sesi.
Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,6% menjadi USD 3.350,6.
“Kita tengah memasuki periode yang dikenal sebagai masa lesu musim panas, jadi ada ekspektasi bahwa pasar emas bisa mengalami sedikit kelesuan atau konsolidasi menyamping,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger.
Tarif AS
Secara terpisah, Komisi Eropa mengatakan akan mendorong tarif AS yang lebih rendah bahkan ketika Trump mengusulkan penggandaan bea masuk pada baja dan aluminium, sementara Washington mendesak mitra dagang untuk menyerahkan penawaran yang direvisi pada hari Rabu untuk mempercepat pembicaraan.
Investor juga mengamati data penggajian nonpertanian AS hari Jumat dan serangkaian pernyataan pejabat Federal Reserve sebagai petunjuk tentang kebijakan suku bunga.
“Saya yakin Fed siap untuk mulai memangkas suku bunga lagi, tetapi kemungkinan besar tidak sampai September...itu adalah faktor lain yang mungkin membebani dolar dan mendukung emas,” tambah Meger.