Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025, Momentum Bersejarah Pertemuan Prabowo dan Megawati

Meski memiliki latar belakang sejarah politik yang berwarna, pertemuan Prabowo dan Megawati ini memperlihatkan kedewasaan sikap kenegarawanan yang luar biasa.

oleh Tim NewsDiperbarui 03 Juni 2025, 21:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menghadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila Pejambon Jakarta Pusat, Senin 2 Juni 2025. (Tim News).

Liputan6.com, Jakarta - Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar pada 2 Juni 2025 di Gedung Pancasila Pejambon Jakarta Pusat, menjadi peristiwa penuh makna dan bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan, acara tersebut tidak hanya menjadi momentum refleksi nilai-nilai luhur Pancasila, tetapi menghadirkan pertemuan dua tokoh, yaitu Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri.

Kehadiran Prabowo dan Megawati dalam satu forum resmi kenegaraan menjadi sorotan utama. Momen ini kali pertama keduanya tampil bersamaan sejak Prabowo dilantik sebagai Presiden. Meski memiliki latar belakang sejarah politik yang berwarna, pertemuan ini memperlihatkan kedewasaan sikap kenegarawanan yang luar biasa.

Prabowo tampak menghampiri Megawati dengan senyum hangat, lalu keduanya saling bersalaman dan bertukar sapa dengan penuh rasa hormat. Keduanya juga tampak berdiri berdampingan dengan penuh wibawa, menyapa tamu undangan serta menyimak jalannya upacara dengan khidmat.

 

 

Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menghadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila Pejambon Jakarta Pusat, Senin 2 Juni 2025. (Tim News).

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tampak berdiri di belakang Megawati, menunjukkan gestur yang penuh hormat terhadap tokoh senior bangsa tersebut. Gibran, yang juga putra sulung Presiden Joko Widodo, hadir sebagai simbol kesinambungan kepemimpinan nasional lintas generasi.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjadikan Pancasila sebagai dasar moral dan ideologis dalam membangun Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat.

“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga bintang penuntun dalam setiap langkah pembangunan bangsa ini. Hari ini, kita tidak hanya mengenang sejarah, tetapi meneguhkan kembali tekad kita sebagai anak bangsa untuk terus merawat nilai-nilai luhur Pancasila,” ujar Prabowo dengan tegas.

Simbol Kuat Kesatuan dan Persatuan

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (kanan) menyalami Presiden Indonesia kelima sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri (tengah) saat peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri di Jakarta, pada Senin 2 Juni 2025. (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Momen kebersamaan antara Prabowo dan Megawati menjadi simbol kuat kesatuan dan persatuan nasional. Dalam beberapa kesempatan selama acara, keduanya terlihat berbincang santai dan saling menunjukkan rasa hormat satu sama lain.

Gestur akrab itu menjadi penanda penting bahwa perbedaan di masa lalu tidak menjadi penghalang untuk bekerja bersama demi kepentingan yang lebih besar, yaitu Indonesia.

Megawati sendiri hadir dengan kharisma seorang negarawan senior dan dihormati. Ia duduk di barisan depan bersama jajaran pejabat tinggi negara lainnya. Sebagai putri dari Presiden Soekarno, penggagas utama Pancasila, kehadiran Megawati dalam momen ini menjadi simbol kontinuitas sejarah bangsa.

Tak hanya tokoh-tokoh nasional, berbagai elemen masyarakat turut hadir dalam acara tersebut: Menteri Kabinet Merah Putih, tokoh agama, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, namun memiliki makna historis mendalam bahwa tanpa Pancasila, bangsa ini akan hancur. Hal ini ditekankan betul oleh Presiden RI dalam amanatnya dan Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati Soekarno Putri melalui pernyataannya.

Infografis

cara negara amankan pancasila (liputan6.com/triyas)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya