Jelang Iduladha, Penjualan Hewan Kurban di Kota Malang Masih Lesu

Para penjual hewan kurban di Kota Malang sudah mengurangi stok ternak karena memerkirakan sepi pembeli

oleh Zainul ArifinDiterbitkan 04 Juni 2025, 12:58 WIB
Penjual hewan kurban di Terusan Danau Kerinci, Kota Malang pada Selasa, 3 Juni 2025. Pedagang mengeluhkan penjualan yang masih sepi (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Malang - Sejumlah pedagang hewan kurban di Kota Malang menyebut transaksi penjualan masih lesu meski lebaran Iduladha 2025 tinggal menghitung hari. Lemahnya daya beli masyarakat diduga jadi salah satu pemicu sepinya penjualan pada tahun ini. Kondisi itu dialami para pedagang hewan kurban di Jalan Jalan Terusan Danau Kerinci, Sawojajar, Kota Malang. Padahal mereka sudah mengurangi stok hewan kurban di lapak dagangnya baik itu sapi maupun kambing. 

Lufia Intan, seorang pemilik lapak hewan kurban mengatakan banyak pelanggan lamanya belum mengambil hewan kurban Iduladha 2025. Biasanya lebaran kurang seminggu sudah banyak pemesan datang mengambil. "Sekarang lebaran tinggal beberapa hari tetapi masih sepi pembeli," katanya, Selasa (24/6/2025).

Sedari awal Lufia sudah memerkirakan penjualan tahun ini bakal sepi. Karena itu stok hewan kurban di lapak dikurangi.Tahun lalu disiapkan kambing 125 ekor kambing dan 73 ekor sapi. Iduladha kali ini dikurangi jadi 90 ekor kambing dan 50 ekor sapi. Perkiraan itu sejauh ini terbukti benar. Sebab sampai hari itu baru 22 ekor kambing dan 25 ekor sapi yang sudah terjual. Tahun lalu dia mampu menjual sampai 60 ekor kambing dan 70 ekor sapi sepekan jelang lebaran. "Mungkin daya beli masyarakat turun. Serta bersamaan jadwal masuk sekolah dan kebijakan efisiensi anggaran," tuturnya.

Omzet penjualan hewan kurban di lapak Lufia pun diperkirakan turun. Tahun lalu omzet mencapai Rp 600 juta. Sedangkan kali ini baru menyentuh Rp 300 juta meski diyakini masih bisa bertambah tipis sulit menyamai periode sebelumnya.

Kondisi serupa juga dikatakan Supadi, salah seorang pedagang hewan kurban lainnya di Jalan Terusan Danau Kerinci. Tahun ini dia menyiapkan 24 ekor sapi dan 56 ekor kambing. Turun dibanding tahun lalu stoknya sebanyak 56 ekor sapi dan 116 ekor kambing. "Masih sepi, baru beberapa ekor sapi dan kambing yang terjual. Turun jauh dari lebaran lalu," ucapnya. 

Respon Pemkot Malang

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lapak pedagang kawasan Terusan Danau Kerinci, Kota Malang, pada Selasa, 3 Juni 2025 (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Para pedagang mengeluhkan kondisi itu kepada Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang datang memantau pasar hewan kurban. Orang nomor satu di Balai Kota Malang ini pun mengaku tak bisa berbuat banyak terkait kelesuan transaksi perdagangan. "Kami tidak bisa intervensi pasar, itu lebih ke strategi penjualan," kata Wahyu.

Pemerintah, lanjut dia, hanya bisa bantu memastikan masalah kesehatan hewan. Tujuannya memastikan ternak sehat, layak kurban dan aman dikonsumsi masyarakat. Dia juga mengimbau warga agar mengecek Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebelum transaksi. "Alhamdulillah, di kawasan Danau Kerinci ini semua aman, tidak ada kasus kesehatan hewan," ujarnya.

Sementara itu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang telah memantau 77 lapak pedagang dan mendata 91 ekor sapi, 3.027 ekor kambing dam 154 ekor domba. Dilakukan pemeriksaan melibatkan 700 mahasiswa kedokteran hewan dan mahasiswa peternakan. Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan sejauh ini semua dinyatakan aman tak ada temuan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD). "Nihil, tapi tim kami maaih terus mendata. Semoga sampai akhir tak ada kasus," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya