Pro-Kontra Kebijakan Masuk Sekolah Jam 6 Pagi di Jawa Barat

Rencana kebijakan masuk sekolah jam 6 pagi yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai pro-kontra. Pemkot Depok masih mengkaji rencana kebijakan tersebut.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 03 Juni 2025, 18:16 WIB
Suasana murid saat jam pulang sekolah usai kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 Persen di SMP Negeri 9 Depok, Cipayung, Jawa Barat, Senin (24/1/2022). PTM 100 persen di Depok berlangsung selama 6 jam yang terdiri atas tiga mata pelajaran per hari. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Depok sedang mengkaji kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait jam masuk sekolah yang lebih pagi, yakni pukul 06.00 WIB. Pro-kontra pun mengiringi rencana kebijakan sekolah jam 6 pagi tersebut, tak terkecuali para orang tua di Kota Depok. 

Salah seorang warga Sawangan, Abdul Kodir mengaku mendukung kebijakan gubernur Jabar memberlakukan jam masuk sekolah pukul 06.00 WIB di Kota Depok. Menurutnya, langkah tersebut dinilai baik untuk menghindari risiko siswa terlambat datang ke sekolah.

“Kalau saya mendukung, karena kan kalau pagi tidak terimbas kemacetan di jalan,” ujar Kodir saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (3/6/2025).

Menurut Kodir, keuntungan siswa masuk lebih awal atau pagi adalah bisa menghindari terlambat datang ke sekolah. Apalagi bagi siswa yang beragama muslim, usai salat subuh dapat langsung berangkat sekolah.

“Biasanya anak saya kalau habis salat subuh suka tidur dulu, kalau masuk jam 6 pagi kan, bisa langsung berangkat ke sekolah,” jelas Kodir.

Tidak hanya itu, masuk sekolah sejak pagi juga dapat menghindari siswa bolos. Menurutnya, kadang ditemukan siswa yang bolos karena alasan terlambat dan pintu gerbang sekolah sudah ditutup. “Saya pernah nemuin anak, alasan bolos karena terlambat, dari situ saya kepikiran anak saya,” terang Kodir.

 

Perlu Dikaji Kembali

 

Pandangan berbeda di sampaikan Rahman, warga Pancoran Mas. Pria yang memiliki tiga anak tersebut meminta Pemkot Depok mengkaji ulang apabila kebijakan Pemprov Jawa Barat diterapkan di Kota Depok.

“Kalau saya bukan tidak setuju, tapi Pemerintah Kota Depok lebih dipikirkan kembali atas kebijakan tersebut,” kata Rahman.

Rahman beralasan, terdapat beberapa kendala apabila kebijakan jam masuk sekolah sejak pukul 06.00 WIB. Pertama, tidak semua sekolah memiliki ruang kelas yang cukup, karena masih ditemukan sekolah yang memberlakukan jam pembelajaran siswanya pada siang hari.

“Masih ada SD yang memberlakukan jam masuk sekolah pagi dan siang, karena keterbatasan ruang kelas,” ungkap Rahman.

Selain itu, Pemkot Depok juga harus memikirkan akses transportasi untuk siswa yang sekolahnya jauh dari rumah. Menurutnya tidak semua sekolah negeri di Depok dapat diakses transportasi umum.

“Misalkan masuk jam 6 pagi, sedangkan perjalanan dari rumah ke sekolahnya 45 menit, otomatis anak itu harus bangun sejak pukul 4 pagi,” tutur Rahman.

 

Harus Pertimbangkan Kesiapan Ortu dan Guru

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengkaji rencana kebijakan siswa masuk sekolah jam 6 pagi.

Menurutnya, sebelum sebuah kebijakan dijalankan maka perlu melihat secara utuh mengenai manfaat dan mudarat atau keuntungan dan kerugian. Tentu, diharapkan kebijakan baru yang dibuat berdampak baik bagi semua.

"Tentu kita ingin suatu kebijakan yang strategis yang berdampak kepada semua orang, termasuk orangtua dan anak-anak," kata Hetifah ditemui Liputan6.com di Kantor Kemendikdasmen Jakarta, Senin, 2 Juni 2025.

Ia berharap kebijakan soal masuk sekolah di Jawa Barat diputuskan dengan sebaik-baiknya.

"Harus diputuskan dengan cermat dan hati-hati," tutur politisi dari Partai Golkar ini.

Ia juga mengingatkan rencana siswa Jawa Barat masuk jam  6 pagi ini bukan hanya dilihat dari sisi pelajar semata. Perlu juga menilai dari kesiapan orangtua, guru serta sekolah itu sendiri. Belum lagi transportasi yang membawa anak dari rumah ke sekolah.

"Karena dari kebijakan ini banyak yang konsekuensinya, dari mulai kesiapan orangtua, kesiapan sarana dan prasaranan seperti transportasi dan hal-hal lain," katanya.

Pemkot Depok Kaji Kebijakan Sekolah Jam 6 Pagi

Sebelumnya, Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan, pihaknya telah menerima imbauan dari Gubernur Jawa Barat terkait jam masuk sekolah. Pemkot Depok sedang melakukan kajian terkait himbauan yang diberikan Gubernur Jawa Barat tersebut.  

“Ya, ini kita mulai kaji karena beliau sampaikan, anak-anak kita tidak ada lagi yang bersekolah di hari Sabtu, artinya sekolah itu dari hari Senin sampai ke Jumat,” ujar Supian, usai mengikuti upacara di Markas Divisi 1 Kostrad, Senin (2/6/2025).

Kebijakan Gubernur Jawa Barat menginginkan saat Sabtu dan minggu, menjadi waktu siswa beristirahat dan berkumpul bersama keluarga. Meskipun begitu, Pemerintah Kota Depok tidak ingin langsung menerapkan kebijakan Gubernur Jawa Barat.

“Nanti kita akan lihat, mana sekolah-sekolah yang sudah bisa diterapkan,” jelas Supian.

Supian ingin memastikan terlebih dahulu waktu ruang belajar anak tercukupi. Selain itu, Pemerintah Kota Depok akan menyesuaikan terlebih dahulu dan melengkapi sehingga kebijakan Gubernur Jawa Barat dapat dilaksanakan.

“Ruang belajarnya yang harus disesuaikan, kita belum bisa benar lengkapi, nanti kita akan atur strategi,” ucap Supian.

 

 

Infografis Perbandingan Jumlah Sekolah, Siswa dan Guru di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya