Sinopsis hingga Fakta Menarik Film Sampai Jumpa, Selamat Tinggal yang Tayang 5 Juni 2025

Film drama romansa terbaru karya Adriyanto Dewo berjudul Sampai Jumpa, Selamat Tinggal akan tayang di bioskop mulai 5 Juni 2025. Film ini menyuguhkan cerita penuh emosi tentang perpisahan, pencarian, dan keberanian untuk melepaskan.

oleh Siti Naila AdzkhiaDiterbitkan 04 Juni 2025, 12:30 WIB
Official Poster Film Sampai Jumpa, Selamat Tinggal (Sumber gambar: Siaran pers Adhya Pictures & Relate Films)

Liputan6.com, Jakarta Disutradarai dan ditulis oleh Adriyanto Dewo, Sampai Jumpa, Selamat Tinggal merupakan proyek kolaborasi Adhya Pictures dan Relate Films. Ceritanya menggambarkan dinamika cinta yang sangat kompleks, termasuk pengalaman ghosting dan hubungan toxic yang membekas lama. Film ini juga memperlihatkan sisi Korea Selatan yang berbeda dari gambaran mainstream drama Korea.

Sinopsisnya bermula ketika Wyn, diperankan oleh Putri Marino, ditinggalkan tanpa kejelasan oleh kekasihnya, Dani (Jourdy Pranata). Suatu hari, ia mendengar kabar bahwa Dani berada di Korea Selatan. Tanpa pikir panjang, Wyn memutuskan untuk mencarinya. Di Korea, ia bertemu Rey (Jerome Kurnia), seorang pekerja migran asal Indonesia yang kemudian membantu pencarian. Perjalanan mereka mempertemukan Wyn dengan karakter-karakter unik seperti Anto (Kiki Narendra) dan Vanya (Lutesha), gangster perempuan yang membawa konflik baru dalam pencarian tersebut.

Daftar pemeran dalam film ini terbilang kuat dan berbeda dari peran-peran mereka sebelumnya. Putri Marino membawakan karakter Wyn yang rapuh tapi berani. Jerome Kurnia menampilkan Rey dengan gestur tenang namun penuh luka. Jourdy Pranata memainkan sosok Dani yang menyisakan banyak pertanyaan, sedangkan Lutesha tampil standout sebagai Vanya, karakter dominan yang penuh warna. Kiki Narendra melengkapi jajaran dengan karakter Anto yang menjadi sosok netral di tengah para tokoh yang bermasalah.

Makna judul Sampai Jumpa, Selamat Tinggal pun tidak dibuat sembarangan. Menurut sang sutradara, ada filosofi mendalam di baliknya. “Sampai jumpa” adalah kalimat yang mengandung harapan akan pertemuan kembali, sedangkan “selamat tinggal” mencerminkan keikhlasan untuk benar-benar melepaskan seseorang dari hidup kita. Dua frasa ini mewakili dua jenis perpisahan yang kerap dihadapi manusia.


Lokasi Syuting Antimainstream

Press Conference Film Sampai Jumpa Selamat Tinggal (Sumber gambar: Siaran pers Adhya Pictures & Relate Films)

Yang menarik, film ini memilih Korea Selatan sebagai latar cerita, namun tidak menampilkan area populer seperti Seoul atau Busan. Lokasi syuting dilakukan di kota-kota industri seperti Seosan dan Dangjin, yang terletak di pesisir barat Korea Selatan. Kawasan ini menyuguhkan suasana melankolis, sepi, dan sedikit suram cocok dengan tone film yang menyoroti emosi kehilangan dan pencarian identitas diri.

Lanjut Baca:

Adriyanto Dewo mengaku terinspirasi dari fenomena jouhatsu di Jepang, di mana seseorang memilih menghilang dari kehidupan lama tanpa jejak. Tapi alih-alih fokus pada orang yang pergi, ia memilih membalik perspektif bagaimana nasib orang yang ditinggalkan dan perjuangannya mencari makna atas kepergian itu. Ide tersebut berkembang menjadi kisah lintas negara yang emosional dan penuh kejutan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya