Tanda Pengenal untuk Panyandang Disabilitas Tidak Tampak, Cara Menguatkan Lingkungan yang Inklusif

Disabilitas tidak tampak adalah kondisi kesehatan yang mempengaruhi fungsi tubuh tanpa tanda eksternal yang jelas. Banyak tantangan yang dihadapi para penyandang, bagaimana solusinya?

oleh Tim DisabilitasDiperbarui 03 Juni 2025, 12:00 WIB
Disabilitas tidak tampak mencakup berbagai kondisi yang mempengaruhi fungsi tubuh dan mental. Kondisi ini seringkali tidak terdeteksi karena tidak adanya tanda-tanda fisik yang jelas. ©Ilustrasi dibuat AI

Liputan6.com, Jakarta Disabilitas tidak tampak, atau invisible disabilities, merupakan kondisi kesehatan yang mempengaruhi fungsi tubuh seseorang. Kondisi ini berbeda karena tidak memiliki tanda-tanda eksternal yang mudah dikenali.

Seseorang dengan disabilitas tidak tampak mungkin terlihat normal dari luar. Namun, mereka menghadapi tantangan serius seperti halnya individu dengan disabilitas fisik yang terlihat. Kondisi ini seringkali disalahpahami dan distigma oleh masyarakat. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam mendapatkan dukungan dan pemahaman dari lingkungan sekitar.

Melihat tantangan ini, Perhimpunan Reumatologi Indonesia (IRA) meluncurkan tanda pengenal atau simbol lanyard sebagai alat bantu identifikasi sukarela. Ketua Pengurus Pusat IRA, dr. Rudy Hidayat, SpPD, K-R, menyoroti pentingnya inklusivitas bagi penyandang disabilitas tak tampak. Beliau menekankan bahwa keterbatasan fungsional yang tidak tampak secara fisik harus dihormati dan diperjuangkan haknya.

"Disabilitas tak tampak adalah nyata. Kami bersama menyadari dan mengakui bahwa keterbatasan fungsional yang tidak tampak secara fisik, seperti pada penyintas lupus dan autoimun sistemik lainnya, harus dihormati dan diperjuangkan haknya," kata Rudy saat acara peluncuran di Jakarta, Minggu (1/6/2025), seperti dikutip dari Antara.

 

Jenis dan Tantangan Disabilitas Tidak Tampak yang Perlu Diketahui

Beberapa jenis disabilitas tidak tampak meliputi gangguan mental seperti depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan bipolar. ©Ilustrasi dibuat Stable Diffusion

Disabilitas tidak tampak mencakup berbagai kondisi yang mempengaruhi fungsi tubuh dan mental. Kondisi ini seringkali tidak terdeteksi karena tidak adanya tanda-tanda fisik yang jelas.

Beberapa jenis disabilitas tidak tampak meliputi gangguan mental seperti depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan bipolar. Selain itu, ada juga gangguan neurologis seperti epilepsi, autisme spektrum tinggi, dan migrain kronis.

Selain gangguan mental dan neurologis, kondisi kronis seperti fibromyalgia, lupus, dan sindrom kelelahan kronis juga termasuk dalam kategori ini. Gangguan belajar seperti disleksia dan diskalkulia juga merupakan contoh disabilitas tidak tampak.

Saat ini, salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh penyintas disabilitas tidak tampak adalah kurangnya pemahaman dari masyarakat. Karena kondisi mereka tidak terlihat, mereka sering dianggap berlebihan atau mencari perhatian.

Selain itu, penyintas juga mengalami kesulitan dalam mendapatkan dukungan dan akomodasi yang mereka butuhkan. Mereka seringkali harus berjuang untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar mengalami kesulitan.

"Mereka terlihat baik-baik saja, bahkan ada yang masih aktif bekerja, tapi ada kalanya ketika kondisi mereka turun atau drop dan itu bisa terjadi kapan saja yang seringkali membuat mereka ada dalam kondisi tidak tampak ada disabilitas," ujar Rudy.

Pentingnya Tanda Pengenal

Perhimpunan Reumatologi Indonesia (IRA) meluncurkan tanda pengenal atau simbol lanyard sebagai alat bantu identifikasi sukarela. (Foto: tangkapan layar Instagram IRA)

Rudy menekankan bahwa keterbatasan fungsional yang tidak tampak secara fisik harus dihormati dan diperjuangkan haknya. Selain itu pentingnya tanda identifikasi bagi penyintas disabilitas tak tampak juga perlu diupayakan.

Ia berharap, lanyard atau alat bantu identifikasi tersebut dapat dikenali dan dihormati oleh masyarakat luas, termasuk penyedia layanan transportasi dan fasilitas publik. Hal itu guna menciptakan layanan publik yang ramah penyandang disabilitas tak nampak.

Pada kesempatan yang sama, IRA menyatakan dukungan dimasukkannya istilah "disabilitas tak tampak" ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai langkah awal pengakuan yang kuat secara sosial maupun budaya terhadap para penyintas.

IRA juga menekankan pentingnya edukasi dan advokasi agar para penyandang disabilitas tak tampak dapat memperoleh peningkatan kualitas hidup melalui pemenuhan haknya.

 

Mekanisme Distribusi Lanyard

Perhimpunan Reumatologi Indonesia (IRA) menghadirkan Lanyard Disabilitas Taktampak, sebuah penanda bagi pasien reumatik autoimun agar lebih mudah dikenali dan dibantu, khususnya di fasilitas umum & transportasi publik. Mekanisme untuk memperoleh lanyard sebagai berikut:

1. mendaftar melalui bit.ly/FormDisabilitasTaktampak2. verifikasi data oleh IRA3. email konfirmasi berisi nonor ID dan e-sertifikat disabilitas tak tampak

4. distribusi lanyard melalui IRA dan komunitas.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya