Legenda Urban: Pasar Bubrah, Pusat Aktivitas Gaib di Gunung Merapi

Pasar Bubrah di pagi dan siang hari terlihat biasa saja tanpa kesan mistis. Lokasi ini bahkan menjadi tempat favorit para pendaki untuk melepas lelah.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 06 Juni 2025, 04:00 WIB
Lokasi camping yang berbatu-batu

Liputan6.com, Yogyakarta - Bukan merupakan pasar tradisional biasa, Pasar Bubrah hanya berupa area lapang berpasir di Gunung Merapi. Meski tampak sepi, kawasan ini dikenal sebagai pusat aktivitas makhluk gaib di Gunung Merapi.

Mengutip dari berbagai sumber, Pasar Bubrah merupakan pusatnya para makhluk gaib saling bertransaksi, layaknya pasar manusia. Saat malam hari, banyak pendaki yang kerap mendengar riuh atau suara bising khas kehidupan di pasar.

Pasar Bubrah di pagi dan siang hari terlihat biasa saja tanpa kesan mistis. Lokasi ini bahkan menjadi tempat favorit para pendaki untuk melepas lelah.

Kontur tanahnya yang datar layaknya tanah lapang menjadikan Pasar Bubrah cocok dijadikan tempat beristirahat dan mendirikan tenda. Pasar Bubrah juga dianggap sebagai titik terakhir pendakian Gunung Merapi yang paling direkomendasikan.

Menjelang malam, suasana damai di Pasar Bubrah berubah drastis. Selain suara-suara dari alam, tak sedikit pendaki yang juga mendengar suara hiruk pikuk di lokasi tersebut.

Suara-suara yang muncul terdengar seperti manusia berlalu lalang hingga suara transaksi jual-beli di pasar. Konon, di tempat tersebut terdapat banyak warung dan penjual yang berasal dari bangsa jin maupun makhluk penghuni asli Gunung Merapi.

 

Riuh Suara

Transaksi di Pasar Bubrah tak jarang melibatkan para pendaki yang ada di sekitar. Terdapat mitos jika seseorang atau pendaki mendengar suara seperti penawaran barang dan semacamnya, maka ia wajib melemparkan barang berharga yang dimilikinya. Jika bukan uang, maka barang berharga yang ditukarkan setidaknya memiliki nilai yang sebanding dengan pertukaran transaksi tersebut.

Jika tak merespons dan malah mempermainkan sumber suara Pasar Bubrah, maka ia akan diculik ke alam gaib. Ia dianggap telah menyerahkan ruhnya sebagai alat transaksi.

Konon, Pasar Bubrah juga merupakan bagian dari kerajaan gaib Merapi. Kerajaan ini disebut sebagai Keraton Merapi yang sudah ada sejak zaman Keraton Mataram

Legenda urban Pasar Bubrah konon juga kerap dikaitkan dengan peristiwa orang tersesat dan kasus orang hilang di kawasan Gunung Merapi. Hingga kini, mitos Pasar Bubrah masih dipercaya oleh sebagian masyarakat dan pendaki.

Penulis: Resla

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya