Makna Lagu What a Wonderful World dari Louis Armstrong, Soal Keindahan Dunia yang Patut Disyukuri

Menyelami makna "What A Wonderful World" dari Louis Armstrong, lagu ini menjadi salah satu karya jazz paling legendaris di dunia melalui lirik yang sederhana namun menyentuh dan mengajak pendengar untuk melihat keindahan di tengah segala keterbatasan dan tantangan hidup. Yuk simak selengkapnya.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 04 Juni 2025, 07:00 WIB
Foto Louis Armstrong dari New York Sunday News pada 10 Agustus 1947. (Via Wikimedia Commons/New York Sunday News)

Liputan6.com, Jakarta Sebuah tembang lawas berjudul "What A Wonderful World" yang dinyanyikan mendiang Louis Armstrong memang terdengar seperti balada nostalgia dari era 1940-an, lengkap dengan aransemen orkestra dan vokal serak khas Louis Armstrong. Namun faktanya, lagu ini direkam pada tahun 1967, di tengah masa kejayaan lagu-lagu pop seperti "Daydream Believer" dari he Monkees dan "Light My Fire" dari The Doors.

Lagu ini ditulis oleh Bob Thiele, seorang produser di ABC Records yang kental dengan dunia jazz, dan George Weiss, penulis lagu yang turut menciptakan versi hit "The Lion Sleeps Tonight." Mereka menciptakan lagu ini untuk Louis Armstrong, yang kala itu berusia 66 tahun dan berada di penghujung kariernya. Ia kemudian meninggal dunia pada 1971 karena gagal jantung.

Mengenai makna lagu "What A Wonderful World", liriknya menekankan keindahan dunia di sekitar kita: pepohonan hijau, langit biru, senyum manusia, hingga tangisan bayi yang kelak tumbuh dewasa. Bagi Armstrong, lirik itu sangat dekat dengan kehidupan pribadinya.

Louis Armstrong dan istrinya, Lucille, telah lama tinggal di Corona, Queens, New York. "Aku melihat tiga generasi tumbuh di blok itu," katanya melansir berbagai sumber. "Itulah mengapa aku bisa bernyanyi, 'I hear babies cry, I watch them grow, they'll learn much more than I'll never know.'"

Louis Armstrong memang dikenal menghadirkan kebahagiaan dalam setiap alunan terompetnya. "Aku hanya memikirkan semua hari bahagia dan kenangan indahku, lalu not-not itu keluar," ungkapnya.

 


Lagu yang Hampir Gagal Dipromosikan

Louis Armstrong memainkan terompet, sementara Joey Adams, presiden American Guild of Variety Artists Youth Fund, memberikannya penghargaan di Carnegie Hall pada 1966. (Wikimedia Commons/New York World-Telegram dan staf fotografer Sun: Fernandez, Orlando, fotografer)

Menariknya, saat pertama dirilis di Amerika, lagu ini justru kurang mendapat perhatian. Larry Newton, kepala ABC Records, ternyata membenci lagunya. Ia lebih menginginkan lagu dengan tempo cepat seperti "Hello, Dolly!" yang sebelumnya sukses dibawakan Armstrong.

Konon, Larry Newton bahkan sempat berusaha menghentikan rekaman. Akibatnya, "What A Wonderful World" hanya menempati posisi #116 di tangga lagu Amerika.

Namun, di Inggris, lagu ini justru mendapat sambutan luar biasa. Dirilis oleh HMV, lagu ini menjadi hit besar dan mencapai posisi #1 pada April 1968, menjadikannya singel terlaris di Inggris pada tahun itu.

Lanjut Baca:

Armstrong pun menjadi artis tertua yang menduduki puncak tangga lagu Inggris, sebuah rekor yang baru dipecahkan pada 2009 oleh Tom Jones.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya