Prabowo Ungkap Kekurangan Indonesia: Banyak Korupsi dan Penyelewengan di Pemerintahan

Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia negara yang kaya, namun masih menghadapi tantangan besar seperti korupsi dan penyelewengan.

oleh Nasrul FaizDiterbitkan 02 Juni 2025, 13:58 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengikuti upacara peringatan hari lahir pancasila, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/6) pagi (Youtube Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia merupakan negara yang kaya, namun masih ada kekurangan dan tantangan. Prabowo mengungkapkan kekurangan Indonesia yakni, masih banyaknya korupsi dan penyelewengan di pemerintahan.

"Kekurangan kita terutama menurut pendapat saya adalah sikap mental para elit bangsa, terutama mereka-mereka yang pegang jabatan jabatan penting sebagai wakil rakyat, sebagai utusan rakyat dan sebagai mandataris rakyat," jelas Prabowo saat upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6/2025).

"Saya sebagai Presiden RI melihat masih terlalu banyak penyelewengan, masih terlalu banyak korupsi, masih terlalu banyak manipulasi," sambungnya.

Dia pun mengajak seluruh pihak yang mendapat mandat dari masyarakat untuk memperbaiki diri dan sistem. Prabowo menegaskan komitmennya untuk menegakkan aturan undang-undang dasar (UUD) 1945.

"Saya pada kesempatan ini ingin menyampaikan justru di hari besar ini saya sebagai mandataris rakyat saya telah disumpah di hadapan rakyat untuk menegakkan UUD dan Insya Allah saya akan melaksanakan sumpah tersebut dengan tidak ragu-ragu," ujarnya.

 

Singkirkan Pihak yang Tak Setia pada Negara

Presiden Prabowo Subianto mengikuti upacara peringatan hari lahir pancasila, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/6) pagi (Youtube Sekretariat Presiden)

Prabowo juga memperingatkan semua pihak untuk tidak mempermainkan, membohongi, dan menipu Indonesia. Dia menegaskan akan menyingkirkan pihak-pihak yang tak setia terhadap negara dan melanggar UUD.

"Mereka-mereka yang tidak setia kepada negara akan kita singkirkan dengan tidak ragu ragu, tanpa memandang bulu, tanpa melihat keluarga siapa partai mana suku mana. Yang tidak setia kepada negara, yang melanggar undang undang yang melanggar undang undang dasar akan kita tindak," tutur Prabowo.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Senin (2/6/2025). Hari Lahir Pancasila sendiri sejatinya jatuh setiap tanggal 1 Juni.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Prabowo memasuki mimbar upacara pada pukul 09.20 WIB. Prabowo tampak berjalan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri saat menuju mimbar atau lokasi upacara.

Megawati tampak memakai seragam putih BPIP. Presiden kelima RI itu duduk satu barisan bersama Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP sekaligus Wapres ke-6, Try Sutrisno dan Kepala BPIP Yudian Wahyudi.

Upacara

Sementara itu, Gibran duduk di dekat Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla. Namun, Gibran dan Ketua PDI Perjuangan (PDIP) itu tetap terlihat duduk di satu barisan yang sama.

Upacara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu, Prabowo meminta semua hadirin menundukkan kepala untuk mengheningkan cipta.

Adapun yang bertindak sebagai Komandan Upacara yakni, Kolonel Marinir Ahmad Hadi Al-Hasni. Dia merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 2001 Komandan Lanal Mataram NTB.

Kemudian, Brigjen TNI Eddy Saputra bertugas sebagai Perwira Upacara. Lulusan Akademi Militer tahun 1994 tersebut saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Komando Garnisun Tetap 1/Jakarta.

Bertindak sebagai pembaca teks Pancasila adalah Ketua MPR Ahmad Muzani. Sementara itu, Ketua DPD RI Sutan Najamuddin bertindak membacakan naskah UUD 1945.

Infografis Prabowo Perintahkan Kapolri, Jaksa Agung hingga KPK Sikat Koruptor. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya