Legenda Bulutangkis Tan Joe Hok Meninggal Dunia

Tan Joe Hok wafat pada 2 Juni 2025 di Jakarta. Kepastian ini diumumkan PBSI lewat media sosial.

oleh ThomasDiperbarui 03 Juni 2025, 23:29 WIB
Legenda bulutangkis Indonesia, Tan Joe Hok (tengah) saat menghadiri perayaan HUT Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia ke-65 di Jakarta, Senin (9/5/2016). HUT PBSI diikuti dengan pelepasan tim Thomas dan Uber Indonesia. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta- Jelang berlangsungnya Indonesia Open 2025, kabar duka menghampir bulu tangkis tanah air. Legenda badminton Indonesia Tan Joe Hok meninggal dunia pada pada Senin 2 Juni 2025 di Jakarta.

Kepergian Tan Joe Hok diumumkan akun resmi Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada Senin (2/6/2025) siang WIB. Tan Joe Hok wafat pada pukul 10.52 di Rumah Sakit Medistra. Namun tak disebutkan penyebab kepergian Tan Joe Hok yang wafat di usia 87 tahun.

"PBSI menyampaikan dukacita yang mendalam dan doa terbaik untuk almarhum dan keluarga. Selamat jalan Tan Joe Hok. Warisanmu untuk bulutangkis kan abadi," demikian pernyataan resmi PBSI.

Tan Joe Hok, atau yang juga dikenal sebagai Hendra Kartanegara, adalah salah satu legenda bulu tangkis Indonesia yang lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 11 Agustus 1937. Ia bukan hanya seorang pemain berprestasi, tetapi juga sosok yang sangat berpengaruh dalam perkembangan bulu tangkis di tanah air. Kiprahnya di dunia bulu tangkis telah menginspirasi banyak generasi atlet Indonesia.

Tan Joe Hok dikenal karena dedikasinya yang tinggi terhadap olahraga bulu tangkis. Ia telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional. Prestasinya yang gemilang menjadikannya salah satu ikon bulu tangkis Indonesia yang paling dihormati.


Gelar All England Pertama untuk Indonesia

Tan Joe Hok Dapat Penghargaan Lifetime Achievement dari KONI

Salah satu momen paling bersejarah dalam karier Tan Joe Hok adalah ketika ia berhasil meraih gelar juara tunggal putra di All England pada tahun 1959. Kemenangan ini sangat istimewa karena Tan Joe Hok menjadi pemain Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar tersebut. Di partai final, ia mengalahkan rekan senegaranya, Ferry Sonneville.

Gelar All England ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Tan Joe Hok pribadi, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia. Kemenangan ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam olahraga bulu tangkis dan mampu bersaing di level dunia. Momen ini juga menjadi titik balik bagi perkembangan bulu tangkis di Indonesia.

Kemenangan Tan Joe Hok di All England 1959 menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda Indonesia untuk mengikuti jejaknya. Ia membuka jalan bagi generasi penerus untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di kancah internasional. Gelar ini akan selalu dikenang sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam bulu tangkis Indonesia.

Lanjut Baca:

Selain All England, Tan Joe Hok juga mencatatkan prestasi gemilang di Asian Games 1962 yang diselenggarakan di Jakarta. Ia berhasil meraih medali emas di nomor tunggal putra. Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain bulu tangkis terbaik di Asia. Bermain di hadapan publik sendiri memberikan motivasi tambahan bagi Tan Joe Hok untuk tampil maksimal. Dukungan dari para penonton menjadi energi positif yang membantunya meraih kemenangan. Medali emas ini menjadi bukti bahwa Tan Joe Hok mampu mengatasi tekanan dan tampil gemilang di ajang bergengsi. Prestasi di Asian Games 1962 ini semakin meningkatkan popularitas bulu tangkis di Indonesia. Masyarakat semakin antusias untuk menyaksikan dan mendukung para pemain bulu tangkis Indonesia. Tan Joe Hok menjadi idola baru bagi para penggemar olahraga di tanah air.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya