Tantang PSG di UEFA Super Cup, Tottenham Siap?

Bagi Tottenham, keberhasilan meraih gelar Liga Europa sudah merupakan pencapaian penting. Namun, menghadapi PSG adalah tantangan di level yang berbeda.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 02 Juni 2025, 10:01 WIB
Pemain depan Tottenham Hotspur asal Korea Selatan, Son Heung-min mengangkat trofi Liga Europa saat merayakan kemenangan bersama rekan setimnya usai pertandingan final melawan Manchester United di stadion San Mames, Bilbao, pada 21 Mei 2025 waktu setempat atau Kamis (22/5) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya mencicipi manisnya gelar Liga Champions. Di Allianz Arena, mereka tampil sempurna saat menggulung Inter Milan dengan skor telak 5-0. Kemenangan ini tak hanya bersejarah, tapi juga jadi penegasan bahwa PSG telah memasuki era baru di Eropa.

Dua gol cepat dari Achraf Hakimi dan Desire Doue membuat PSG unggul 2-0 di babak pertama. Selepas jeda, anak-anak asuh Luis Enrique tidak mengendurkan serangan. Doue kembali mencatatkan namanya di papan skor, disusul gol-gol dari Khvicha Kvaratskhelia dan Senny Mayulu.

Trofi yang selama ini jadi obsesi klub asal Paris itu akhirnya mendarat di ibu kota Prancis. Dengan gelar ini, PSG berhak tampil di UEFA Super Cup 2025 menghadapi Tottenham, sang juara Liga Europa. Laga ini juga akan menjadi pembuka musim baru di Eropa.

Kita ubah sudut pandangnya. Apakah Tottenham sudah siap untuk menantang PSG di Italia?


UEFA Super Cup 2025 Digelar di Italia

Kapten tim Paris Saint-Germain (PSG) asal Brasil, Marquinhos mengangkat trofi bersama rekan setimnya saat merayakan kemenangan pada laga final Liga Champions 2024/2025 melawan Inter Milan di Allianz Arena, Jerman, pada 31 Mei 2025 waktu setempat atau Minggu 1 Juni 2025 dini hari WIB. (FRANCK FIFE/AFP)

UEFA Super Cup 2025 akan menjadi edisi ke-50 dalam sejarah kompetisi ini. Pertandingan akan digelar di Stadio Friuli, Udine, Italia, pada 13 Agustus 2025. Ini akan menjadi panggung yang mempertemukan dua juara dari dua kompetisi terbesar antarklub di Eropa.

PSG, sebagai juara Liga Champions, akan berhadapan dengan Tottenham, yang berhasil menjuarai Liga Europa musim 2024/25. Bagi Tottenham, ini akan menjadi penampilan pertama mereka di ajang Super Cup. Sementara itu, bagi PSG, ini adalah pengalaman kedua.

Pengalaman pertama PSG terjadi pada edisi 1996, saat format masih memakai dua leg. Ketika itu, PSG datang sebagai juara UEFA Cup Winners’ Cup dan harus menghadapi Juventus, juara Liga Champions. Hasilnya, PSG kalah telak dengan agregat 2-9 (1-6 kandang, 1-3 tandang).


Spurs Butuh Lebih dari Sekadar Semangat

Kemenangan ini menjadi momen istimewa bagi Tottenham Hotspur. (ANDER GILLENEA/AFP)

Mantan striker Republik Irlandia, Tony Cascarino, menekankan bahwa Tottenham harus berbenah bila ingin memberi perlawanan berarti kepada PSG. "Saya pikir Spurs butuh beberapa rekrutan baru," ujar Cascarino dalam wawancara dengan TalkSPORT. "Ini akan jadi ujian besar untuk mereka."

Menurut Cascarino, musim depan akan menjadi penting bagi Tottenham, terutama setelah melihat penampilan PSG di final Liga Champions. "Siapa pun yang menyaksikan laga tadi malam tahu bahwa tim ini adalah salah satu kandidat utama setiap tahunnya di Liga Champions," lanjutnya.

Lanjut Baca:

“PSG sangat berbahaya. Etos kerja mereka luar biasa. Saya tidak ingat kapan terakhir kali melihat tim yang bekerja sekeras itu di setiap posisi di lapangan,” tambahnya. Ini adalah sinyal bahwa laga di Udine bukan sekadar seremoni, tapi ujian mental dan kualitas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya