PSG Juara Liga Champions Pertama Kalinya: Bukan Neymar, Bukan Messi, dan Bukan Mbappe yang Jadi Pahlawan

PSG akhirnya juara Liga Champions untuk pertama kalinya dan pahlawannya adalah seorang remaja bernama Desire Doue. Lewat penampilan magisnya, Doue bukan hanya membawa PSG menuju puncak Eropa. Ia juga menandai era baru dalam sejarah klub dan sepak bola Prancis.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 02 Juni 2025, 01:23 WIB
Desire Doue merayakan sukses juara Liga Champions 2024/2025. (Marco BERTORELLO / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Suasana di Allianz Arena mendadak sakral saat Javier Pastore mengangkat trofi dan menyerahkannya kepada PSG. Pria asal Argentina itu tersenyum, tapi jelas bukan dirinya yang jadi pusat perayaan malam itu.

Di sinilah sejarah ditulis ulang, bukan oleh nama-nama besar seperti Messi atau Mbappe. PSG akhirnya juara Liga Champions untuk pertama kalinya dan pahlawannya adalah seorang remaja bernama Desire Doue.

Lewat penampilan magisnya, Doue bukan hanya membawa PSG menuju puncak Eropa. Ia juga menandai era baru dalam sejarah klub dan sepak bola Prancis.


Perjalanan Panjang Menuju Momen Ini

Kapten tim Paris Saint-Germain (PSG) asal Brasil, Marquinhos mengangkat trofi bersama rekan setimnya saat merayakan kemenangan pada laga final Liga Champions 2024/2025 melawan Inter Milan di Allianz Arena, Jerman, pada 31 Mei 2025 waktu setempat atau Minggu 1 Juni 2025 dini hari WIB. (FRANCK FIFE/AFP)

PSG sudah lama mengincar gelar Liga Champions sejak diambil alih Qatar Sports Investment pada 2011. Saat itu, Javier Pastore adalah simbol ambisi baru, dibeli seharga 42 juta euro demi mencari "Messi baru".

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Mereka akhirnya merekrut Messi asli satu dekade kemudian, meski sang megabintang tak mampu mempersembahkan trofi Liga Champions.

Harapan sempat kembali bersandar pada Kylian Mbappe, putra asli Paris. Tapi ia memilih Real Madrid musim lalu dan meninggalkan PSG dengan tanya: siapa yang akan menyelesaikan misi ini?


Akhirnya, Piala Itu Jadi Milik PSG

Desire Doue dari PSG merayakan gol ketiganya di final Champions League melawan Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Jerman, Sabtu, 31 Mei 2025. (AP Photo/Alexandra Beier)

Di final yang digelar di Allianz Arena, Pastore hanya bisa menatap kagum. Ia menyaksikan para pemain PSG menyentuh trofi yang dulu hanya bisa mereka impikan.

Satu nama mencuri sorotan: Desire Doue. Remaja 18 tahun itu bukan cuma jadi Man of the Match, ia adalah pemain yang benar-benar mengubah segalanya untuk PSG.

Lewat refleksi trofi, Doue melihat bayangan dirinya. Bukan Messi, bukan Neymar, bukan Mbappe—melainkan dirinya yang mengakhiri penantian 32 tahun sepak bola Prancis atas gelar Liga Champions.


Performa Brilian Seorang Remaja

Pemain muda PSG, Desire Doue, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Inter Milan pada final Liga Champions 2024/2025 di Stadion Allianz Arena, Munich, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB. (Sven Hoppe/dpa via AP)

Simone Inzaghi dan Inter Milan dibuat pusing sepanjang laga oleh Doue. Federico Dimarco yang seharusnya menjaganya, berkali-kali tertinggal langkah.

Gol pertama lahir dari pergerakan cerdas Doue yang membuka ruang dan memberi umpan matang untuk Hakimi. Ia memancing Dimarco keluar dari posisi sebelum membuka celah untuk gol kedua.

Meski gol pertama sedikit beruntung karena defleksi, gol keduanya sangat klinis. Berhadapan dengan Yann Sommer, ia menyelesaikan peluang dengan ketenangan luar biasa.

Lanjut Baca:

PSG tak lagi mendatangkan nama-nama besar musim ini. Tapi itu bukan berarti mereka berhenti belanja—sekitar 250 juta euro digelontorkan, termasuk 50 juta euro untuk memboyong Doue dari Rennes. Nama-nama seperti Khvicha Kvaratskhelia, Joao Neves, dan Ousmane Dembele bergabung tanpa kemewahan presentasi. Tapi mereka adalah pondasi dari revolusi diam-diam yang kini membuahkan hasil. Luis Campos, sang direktur olahraga, terlihat memainkan strategi jangka panjang. Bukan superstar, tapi talenta muda yang lapar akan sejarah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya