Treble, Treble, dan Treble!

Ini adalah malam di mana mimpi PSG akhirnya benar-benar menjadi kenyataan. Luis Enrique pun mencatat rekor pribadi atas namanya.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 01 Juni 2025, 11:19 WIB
Ousmane Dembele dari PSG mencium trofi setelah memenangkan final Champions League kontra Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Jerman, Sabtu, 31 Mei 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta Paris Saint-Germain (PSG) mencatat sejarah baru dalam dunia sepak bola. Kemenangan telak 5-0 atas Inter di final Liga Champions membuat mereka sah sebagai pemilik treble musim 2024/25. PSG kini bergabung dalam kelompok elite klub yang mampu meraih gelar liga domestik, piala domestik, dan Liga Champions dalam satu musim.

Kepastian treble ini datang setelah mereka mengangkat trofi Ligue 1 lebih awal dan menutup musim di Prancis dengan kemenangan 3-0 atas Reims di final Coupe de France/Piala Prancis pada 24 Mei. Final di Munich menjadi puncak dari segalanya saat pasukan Luis Enrique menunjukkan dominasi total. Ini adalah malam di mana mimpi PSG akhirnya benar-benar menjadi kenyataan.

Luis Enrique pun mencatat rekor pribadi. Pelatih asal Spanyol itu menjadi orang kedua dalam sejarah yang mampu meraih treble bersama dua klub berbeda. Sebelumnya, dia melakukannya bersama Barcelona pada 2015.


PSG dalam Daftar Klub Istimewa

Achraf Hakimi dari PSG mengangkat trofi juara Champions League usai final kontra Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Jerman, Sabtu, 31 Mei 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Dengan treble ini, PSG menjadi klub ke-11 dalam sejarah yang sukses menyapu bersih tiga gelar utama. Mereka mengikuti jejak klub-klub legendaris seperti Ajax, Manchester United, dan Bayern Munchen. Kemenangan atas Inter bukan hanya soal skor besar, tapi juga simbol bahwa proyek besar mereka akhirnya membuahkan hasil.

Inter, yang juga pernah meraih treble pada musim 2009/10, tak mampu menghentikan laju Achraf Hakimi dan kawan-kawan. Bahkan Barcelona yang sempat membidik treble musim ini harus tersingkir secara dramatis oleh Inter di semifinal. Ironisnya, PSG justru menuntaskan pekerjaan itu dengan telak.

  • 1966/67: Celtic
  • 1971/72: Ajax
  • 1987/88: PSV Eindhoven
  • 1998/99: Manchester United
  • 2008/09: Barcelona
  • 2009/10: Inter Milan
  • 2012/13: Bayern Munchen
  • 2014/15: Barcelona
  • 2019/20: Bayern Munchen
  • 2022/23: Manchester City
  • 2024/25: PSG

PSG juga menjadi wakil Prancis pertama yang sukses meraih treble. Prestasi ini sekaligus menghapus bayang-bayang kegagalan di masa lalu, termasuk kekalahan menyakitkan di final Liga Champions 2020. Kini, mereka menatap masa depan dengan penuh percaya diri.


Luis Enrique, Sang Arsitek Pengulang Sejarah

Pelatih PSG, Luis Enrique, menyentuh trofi usai memenangkan final Champions League kontra Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Jerman, Sabtu, 31 Mei 2025. (AP Photo/Martin Meissner)

Bagi Luis Enrique, musim ini adalah validasi. Dia kembali membuktikan bahwa dirinya tahu cara membangun tim juara Eropa. Setelah keberhasilannya di Barcelona sembilan tahun lalu, dia melakukannya lagi dengan gaya berbeda di Paris.

Lanjut Baca:

PSG bukan hanya juara, mereka menang dengan cara yang meyakinkan. Dari lini belakang hingga lini depan, semuanya berjalan sempurna di bawah kendali Enrique. Dominasi mereka atas Inter di final adalah contoh konkret dari kontrol taktis sang pelatih. Di daftar pelatih dengan prestasi treble, hanya Josep Guardiola yang punya catatan lebih istimewa. Guardiola pernah meraih treble bersama Barcelona (2009) dan Manchester City (2023). Kini, Luis Enrique menyamai pencapaian langka itu dengan dua klub berbeda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya