Liputan6.com, Jakarta Pelatih sepak bola asal Malayia Raja Isa memiliki impian untuk kembali melatih di Indonesia. Pria 59 tahun itu tertarik menukangi klub Liga 1 lagi karena rindu dengan atmosfir sepak bola Indonesia yang bisa membuatnya bergairah dalam melatih.
Raja Isa saat ini sedang sibuk menangani klub Liga Brunei Darussalam, Indera SC. Prestasi membanggakan sukses diraih mantan pelatih Persipura Jayapura itu di sana. Indera SC mampu menjadi runner-up Piala FA Brunei.
Advertisement
"Sekarang saya diberi tugas untuk melatih di Brunei. Membantu membangun struktur klub di sana. Alhamudillah sejarah tercipta. Klub tertua di Asia Tenggara mampu ke final Piala FA. Sekarang sedang membuat persiapan ke AFF Shopee Cup. 27 Juni ini saya akan melakukan pramusim bersama klub di Brunei itu," ujar Raja Isa saat berbincang dengan Liputan6.com dan beberapa media dari Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, pertengahan pekan ini.
Raja Isa masih betah di Brunei. Dia ingin membantu sepak bola Brunei bangkit dari tidur panjang. Namun dia memiliki impian besar bisa kembali melatih di Indonesia suatu hari nanti. Raja Isa begitu menyukai suasana sepak bola Indonesia.
"Apapun saya dimanapun Indonesia selalu di hati saya. Karena pengalaman melatih di Indonesia saya sangat senang dengan stadion yang selalu penuh, kritikan media, ekspektasi fans untuk selalu menang di setiap pertandingan. Itu membuat saya lebih ada semangat yang luar biasa," papar Raja Isa.
Rindu Sepak Bola Indonesia
"Setahun terakhir ini saya kembali ke Brunei. Impian tetap berharap atas izin Allah suatu hari nanti saya bisa kembali melatih di Liga 1 Indonesia. Saya lebih menganggap Liga Indonesia liga terbaik di Asia Tenggara. Dalam hal marketing dan suasana. Kita sebagai pelatih perlu atmosfir yang gila, atmosfir yang banyak penonton."
Meski Liga Thailand saat ini dianggap banyak kalangan sebagai yang terbaik di Asia Tenggara, dimata Raja Isa, Liga Indonesia masih lebih seru dan semarak. Pengalaman beragam yang didapat saat bekerja di Indonesia membuat Raja Isa bisa menjadi seorang pelatih hebat seperti sekarang ini. Pengalamannya saat bekerja di Indonesia masih berkesan hingga sekarang.