Liputan6.com, Jakarta Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari Paul Scholes. Legenda Manchester United itu menilai sebaiknya Manchester United menjual Bruno Fernandes ke Al-Hilal.
Beberapa hari terakhir, Al-Hilal lagi intens dikaitkan dengan Bruno Fernandes. Klub tajir Arab Saudi itu ingin menjadikan Fernandes bagian dari era baru mereka di musim depan.
Advertisement
Banyak pihak ingin MU tidak menjual Fernandes ke Al-Hilal. Maklum, lima tahun terakhir Fernandes adalah pemain krusial di skuad Setan Merah dan tanpanya MU mungkin sudah terdegradasi di musim ini.
Meski begitu, Scholes malah menyarankan MU menjual kapten Setan Merah itu. "Saya rasa mereka (MU) sebaiknya tidak menolak tawaran Al-Hilal itu," buka Scholes di The Overlap.
Baca komentar lengkap sang legenda di bawah ini.
Terlalu Bagus untuk Ditolak
Menurut Scholes, Fernandes memang pemain penting bagi MU. Namun tawaran jumbo Al-Hilal itu terlalu bagus untuk ditolak, apalagi ketika MU berada dalam situasi keuangan yang kurang baik.
"Mereka (Al-Hilal) menawar 100 juta pounds untuk membelinya (Fernandes) dari Man United. Mereka tidak bisa menolak tawaran itu," sambung Scholes.
"Dia memang pemain yang brillian bagi United. Namun ketika kamu mendapatkan bayaran 100 juta pounds untuk jasanya, maka United harus menjabat tangan Al-Hilal dan mengambil uang itu."
Posisi Tidak Jelas
Lebih lanjut, Scholes menyebut bahwa Fernandes tidak punya posisi yang pasti di tim utama MU. Sehingga lebih baik ia dijual di musim panas ini.
"Saya tahu bahwa dia sudah menggendong tim ini sejauh ini. Namun di mana sebenarnya posisinya? Apakah anda melihatnya sebagai pemain nomor 10 atau sebagai gelandang bertahan?" sambung Scholes.
"Keberadaannya membuat sistem di Manchester United jadi tidak berjalan dengan maksimal," pungkasnya.
Segera Ambil Keputusan
Al-Hilal sendiri dikabarkan tidak mau proses transfer Fernandes ini jadi berlarut-larut.
Itulah mengapa mereka memberi deadline pada Bruno hingga awal pekan depan untuk sang pemain memutuskan apakah ia mau pindah ke Arab Saudi atau tidak.
Sumber: The Overlap