Hal-hal yang Diperbolehkan dan Dilarang Saat Mengunjungi Candi Borobudur, Apa Saja?

Sebelum berkunjung, ketahui hal-hal yang diperbolehkan dan dilarang saat mengunjungi Candi Borobudur agar kunjungan Anda berkesan dan tetap menjaga kelestarian warisan budaya.

oleh Hanz Jimenez SalimDiterbitkan 30 Mei 2025, 21:00 WIB
Suasana saat umat Buddha melaksanakan rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2566 BE/2022 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (16/5/2022). Setelah sempat ditiadakan selama dua tahun akibat pandemi COVID-19, perayaan Tri Suci Waisak kembali digelar dan diikuti ribuan umat Buddha dari berbagai daerah secara khidmat. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Candi Borobudur, sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO, menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Agar kunjungan Anda berjalan lancar dan tetap menghormati nilai-nilai sejarah serta budaya yang terkandung di dalamnya, penting untuk mengetahui aturan dan etika yang berlaku. 

Sebagai warisan budaya yang sangat berharga, Candi Borobudur memerlukan perhatian khusus dari setiap pengunjung. Pengelola candi telah menetapkan berbagai aturan untuk menjaga kelestarian bangunan dan menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi semua orang. Dengan memahami dan mematuhi aturan ini, Anda turut berkontribusi dalam pelestarian warisan budaya Indonesia. Simak hal-hal yang diperbolehkan dan dilarang saat berwisata ke Candi Borobudur.

Hal-hal yang Diperbolehkan di Candi Borobudur

Saat mengunjungi Candi Borobudur, ada beberapa hal yang diperbolehkan dan dianjurkan untuk dilakukan. Pertama, pengunjung diharapkan menggunakan pakaian yang sopan. Pakaian yang terlalu terbuka seperti tank top, celana pendek, atau rok mini sebaiknya dihindari. Pakaian yang menutup aurat akan lebih menghormati tempat suci ini.

Kedua, memotret diperbolehkan, namun dengan catatan tidak melakukan pose yang berlebihan. Hindari berpose yang dapat merusak struktur candi atau mengganggu pengunjung lain. Berfoto dengan sederhana dan tetap menghormati lingkungan sekitar adalah pilihan yang bijak.

Ketiga, menggunakan alas kaki pengganti adalah suatu keharusan. Biasanya, pengelola akan menyediakan alas kaki khusus yang wajib digunakan untuk melindungi struktur candi dari kerusakan. Alas kaki ini akan membantu mengurangi risiko abrasi pada batuan candi.

Keempat, pastikan Anda membeli tiket sesuai dengan tujuan kunjungan. Jika Anda berencana untuk naik ke bagian atas candi, biasanya diperlukan tiket khusus dan pemandu wisata. Pemandu wisata akan memberikan penjelasan mengenai sejarah dan makna dari setiap relief yang ada.

Hal-hal yang Dilarang di Candi Borobudur

Selain hal-hal yang diperbolehkan, ada juga beberapa hal yang dilarang dilakukan di Candi Borobudur. Pertama, vandalisme dalam bentuk apapun sangat dilarang. Mencoret-coret, merusak, atau membuang sampah sembarangan adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab dan dapat merusak keindahan candi.

Kedua, berpose berlebihan saat berfoto juga dilarang. Hindari berpose yang dapat membahayakan diri sendiri atau merusak candi, seperti berdiri atau melompat di atas stupa. Stupa adalah bagian penting dari candi dan harus dijaga kelestariannya.

Ketiga, membuat keributan dan berisik sangat tidak dianjurkan. Jaga sikap dan perkataan, hindari berlarian atau berteriak yang dapat mengganggu pengunjung lain dan suasana khidmat candi. Menjaga ketenangan adalah bentuk penghormatan terhadap tempat suci ini.

Keempat, merokok dilarang di seluruh area Candi Borobudur. Asap rokok dapat merusak batuan candi dan mengganggu kenyamanan pengunjung lain. Area candi harus tetap bersih dan bebas dari polusi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya