Liputan6.com, Jember - Pulau Nusa Barong di selatan Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyimpan berbagai misteri yang belum terpecahkan. Sejak era kolonial Belanda, pulau ini dikenal sebagai wilayah angker yang dihindari masyarakat.
Mengutip dari berbagai sumber, nama Nusa Barong berasal dari bahasa Jawa. Kata nusa berarti pulau, sedangkan barong merujuk pada makhluk mitologi. Beberapa versi menyebutkan istilah barong bermakna kegelapan atau ular besar, sesuai dengan kepercayaan lokal.
Advertisement
Pulau ini terletak sekitar 4 kilometer dari Pelabuhan Puger Wetan, Jember. Untuk mencapai lokasi, diperlukan waktu tempuh 1-3 jam menggunakan perahu nelayan, tergantung kondisi ombak.
Tidak terdapat permukiman permanen di pulau tersebut. Sinyal telekomunikasi juga sulit dijangkau di wilayah ini.
Pada masa kejayaan Kerajaan Blambangan, Nusa Barong pernah menjadi pusat perdagangan sarang walet yang bernilai tinggi. Komoditas tersebut diekspor hingga ke wilayah Tiongkok dan Benua Eropa.
Akan tetapi, situasi berubah ketika Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) mulai melakukan intervensi. Adipati Danuningrat selaku penguasa Blambangan kala itu meminta bantuan Belanda untuk menghadapi pengaruh Kerajaan Mengwi dari Bali.
Sebagai imbalan, VOC memperoleh bagian dari hasil perdagangan sarang walet. Intervensi Belanda justru mengganggu keseimbangan ekosistem.
Mereka memasukkan belerang ke dalam gua-gua tempat burung walet bersarang, sehingga menyebabkan populasi burung tersebut menyusut drastis. Tahun 1779, VOC memutuskan mengosongkan pulau tersebut untuk mencegah perambahan oleh bajak laut dan pedagang Nusantara.
Cagar Alam
Sejak saat itu, Nusa Barong berstatus sebagai cagar alam yang tidak berpenghuni. Berbagai cerita mistis melekat pada pulau ini.
Masyarakat sekitar meyakini keberadaan harimau putih dan ular raksasa sebagai penjaga pulau. Sejumlah nelayan melaporkan pengalaman mendengar suara-suara aneh pada malam hari atau melihat penampakan makhluk gaib.
Terdapat pula legenda mengenai ratu spiritual yang diyakini menguasai wilayah tersebut. Menurut kepercayaan setempat, siapapun yang berani menetap tanpa izin akan mengalami peristiwa tidak biasa atau bahkan menghilang secara misterius.
Istilah barong sendiri dikaitkan dengan anggapan bahwa pulau ini dihuni oleh entitas supranatural. Dengan reputasinya yang mistis, Nusa Barong menyimpan wisata alam yang memesona.
Pantainya memiliki hamparan pasir putih, perairan jernih, serta ekosistem hutan yang masih alami. Pulau ini sering dibandingkan dengan Phi-Phi Island di Thailand karena keindahan alamnya.
Penulis: Ade Yofi Faidzun