Ibu Ruswo, Pahlawan Logistik dari Yogyakarta

Pada masa perjuangan, Ibu Ruswo berperan sebagai pengendali pasokan logistik bagi para pejuang bersama kaum ibu-ibu lainnya. Ia bahkan menjadi kurir rahasia.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 02 Juni 2025, 14:00 WIB
Kampung Gudeg Wijilan - Yogyakarta. (@Andi Rosita Dewi)

Liputan6.com, Yogyakarta - Khusna atau yang dikenal sebagai Ibu Ruswo adalah pahlawan perempuan dari Yogyakarta yang berperan penting di masa kemerdekaan. Ia dikenal sebagai kurir rahasia sekaligus sosok penting yang menghidupkan dapur-dalur umum di masa itu.

Mengutip dari laman Dinas Kebudayaan DIY, Ibu Ruswo lahir pada 1905 di Yogyakarta. Nama Ruswo berasal dari nama suaminya, Ruswo Prawiroseno.

Pada masa perjuangan, Ibu Ruswo berperan sebagai pengendali pasokan logistik bagi para pejuang bersama kaum ibu-ibu lainnya. Ia bahkan menjadi kurir rahasia.

Meski tak menamatkan pendidikan formalnya, Ibu Ruswo memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung yang mumpuni. Pemikirannya pun maju, sehingga ia juga aktif dalam menyuarakan hak perempuan.

Dalam hal logistik, Ibu Ruswo pernah bertugas mengurus bagian logistik saat kegiatan Jambore atau Perkino pada 1941. Ibu Ruswo bersama Pak Ruswo melakukan berbagai peran di masa perang gerilya. Mereka aktif sebagai kurir penyampai pesan, baik tulisan maupun lisan.

Keduanya menggunakan taktik menyimpan surat-surat penting di dalam stang sepeda yang ditutup pegangan sepeda. Mereka berani keluar wilayah dan berpapasan dengan tentara Belanda secara langsung.

Selain menjadi kurir, Ibu Ruswo juga mengoordinasi dapur umum untuk menyiapkan logistik para prajurit. Meski terkesan sederhana, tetapi tugas ini tergolong penuh risiko.

 

Keperluan Dapur

Tugas di logistik mencakup segala keperluan dapur, mulai dari mencari bahan makanan, memasak, hingga mengatur distribusi logistik ke semua prajurit. Ibu Ruswo harus memastikan logistik sampai kepada prajurit yang berada di luar daerah, seperti Magelang, Ambarawa, bahkan Semarang.

Tak hanya bertugas sebagai kurir rahasia dan pahlawan logistik, selama hidupnya, Ibu Ruswo juga aktif dalam Perkumpulan Pemberantasan Perdagangan Perempuan dan Anak (P4A) serta Kepanduan. Pada masa pemerintahan Jepang, Ibu Ruswo bergabung dengan Badan Pembantu Prajurit Indonesia (BPPI).

Ia juga pernah bergabung dengan Komite Pembela Buruh Perempuan Indonesia. Kelompok ini berfokus pada pembelaan terhadap hak-hak perempuan.

Peran Ibu Ruswo dalam pemenuhan logistik prajurit di Yogyakarta, Magelang, Ambarawa, hingga Semarang mendapat apresiasi melalui piagam penghargaan dari Panglima Divisi III. Penghargaan ini diberikan saat Apel Besar di Magelang pada 25 Mei 1947.

Setelah penghargaan tersebut, Ibu Ruswo dianugerahi Bintang Gerilya oleh Pemerintah Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan oleh Presiden Soekarno di Keraton Yogyakarta.

Nama Ibu Ruswo juga dijadikan sebagai nama jalan di Yogyakarta. Ini merupakan usulan keluarga eks Resimen 22 Wehrkreise III.

Jalan Ibu Ruswo menggantikan nama Jalan Dwikora. Nama jalan dari timur Alun-Alun hingga ke arah Jalan Brigjend Katamso pun saat ini menjadi Jalan Ibu Ruswo.

Penulis: Resla

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya