Jadi 'Hantu' di Final UEFA Conference League, Antony Dicap Tak Cocok dengan Sepak Bola Inggris, Dilarang Balik ke MU

Penampilan gemilang Antony bersama Real Betis musim ini seolah menguap dalam sekejap di laga paling penting. Dalam final UEFA Europa Conference League melawan Chelsea, winger asal Brasil itu justru mendapat julukan 'hantu' setelah tampil di bawah performa.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 30 Mei 2025, 11:16 WIB
Reaksi Antony dari Betis selama pertandingan final Liga Europa antara Real Betis dan Chelsea di Wroclaw, Polandia, Kamis dini hari WIB (29-5-2025). (Foto AP/Petr David Josek)

Liputan6.com, Jakarta Penampilan gemilang Antony bersama Real Betis musim ini seolah menguap dalam sekejap di laga paling penting. Dalam final UEFA Europa Conference League melawan Chelsea, winger asal Brasil itu justru mendapat julukan 'hantu' setelah tampil di bawah performa.

Betis, yang sempat unggul lebih dulu, akhirnya harus mengakui keunggulan The Blues dengan skor telak 1-4 dalam partai final yang digelar di Wroclaw, Polandia, Kamis (29/5/2025) dini hari WIB>

Padahal, kontribusi Antony selama perjalanan Betis menuju final sangatlah signifikan. Salah satu momen terbaiknya datang saat mencetak gol spektakuler ke gawang Fiorentina yang memastikan tiket ke laga puncak.

Bersama klub Spanyol itu, Antony terlihat seperti menemukan kembali performa terbaiknya—jauh berbeda dari penampilannya di Manchester United.


Kritik Pedas untuk Antony

Aksi Antony dalam laga final UEFA Conference League antara Real Betis vs Chelsea, Kamis (29/5/2025). (AP Photo/Darko Vojinovic)

Namun, di laga final, sorotan kembali tertuju pada sisi buruk Antony. Mantan bek Chelsea, Frank Leboeuf, yang kini menjadi pundit sepak bola, melontarkan kritik pedas atas penampilannya.

“Ini bukan malamnya. Saya jarang menonton La Liga kecuali pertandingan besar, tapi saya dengar Antony bermain lebih baik sejak pindah ke Betis. Tapi hari ini saya lihat sosok yang sama seperti di Manchester—seperti hantu,” ujar Leboeuf kepada ESPN

“Satu-satunya hal yang dia lakukan hanyalah memicu konflik dengan Enzo Fernandez.”


Saran untuk Antony

Pemain Real Betis, Antony tertunduk lesu di akhir laga final UEFA Conference League melawan Chelsea di Tarczynski Arena, Wroclaw, Polandia, Kamis (29/05/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Darko Vojinovic)

Leboeuf bahkan menyarankan Antony untuk menjauhi sepak bola Inggris sepenuhnya. “Dia tak cocok dengan atmosfer Inggris. Jangan bermain melawan tim Inggris dan jangan bermain untuk klub Inggris lagi,” tambahnya.

Sejak bergabung dengan Manchester United pada musim panas 2022 dari Ajax Amsterdam dengan harga selangit, Antony memang belum mampu memenuhi ekspektasi. Di bawah asuhan Erik ten Hag dan kemudian Ruben Amorim, ia perlahan tergeser dari skuad utama hingga akhirnya dipinjamkan ke Real Betis.

Ironisnya, justru di Spanyol Antony menunjukkan peningkatan performa. Ia menjadi salah satu pemain paling produktif di lini serang La Liga, menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki kualitas kelas atas—setidaknya hingga malam final itu tiba.


Respons Ruben Amorim

Ekspresi kecewa ditunjukkan pemain Real Betis, Antony setelah timnya gagal menjuarai UEFA Conference League akibat kalah dari Chelsea dalam laga final yang berlangsung di Tarczynski Arena, Wroclaw, Polandia, Kamis (29/05/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Petr David Josek)

Pelatih Manchester United saat ini, Ruben Amorim, turut menanggapi perkembangan sang pemain. Meski Antony belum tentu kembali ke Old Trafford, Amorim menilai performa apiknya selama masa pinjaman sebagai hal positif.

“Melihat pemain kami berkembang di tempat lain, dalam konteks berbeda, adalah tanda bagus untuk klub,” katanya.

Terkait masa depannya, Antony belum memberikan kepastian. “Tugas saya adalah bermain sepak bola dan saya rasa saya melakukan itu dengan baik. Saya punya kasih sayang besar untuk Betis, tapi saya masih terikat kontrak dengan Manchester United. Saya sendiri belum tahu apa yang akan terjadi,” ujarnya kepada awak media.

Kini, Antony berada di persimpangan jalan. Apakah performa impresifnya di Spanyol akan membuka pintu kembali ke tim utama United, atau justru menjadi tiket bagi klub lain untuk memboyongnya secara permanen?

Sumber: ESPN

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya