Program Listrik Desa, PLN Siap Terangi 780 Rumah

Listrik bukan hanya persoalan kebutuhan, tapi juga bentuk pemerataan dan keadilan yang harus dilakukan dari Aceh sampai Papua. Berikut ini rincian program Listrik Desa yang akan dijalankan oleh PLN dalam 5 tahun/

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 30 Mei 2025, 11:00 WIB
Ilustrasi petugas teknik PLN melakukan penambahan daya listrik rumah milik pelanggan. (Dok PLN)

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) siap menerangi 780 ribu rumah tangga lewat program Listrik Desa (Lisdes) pada periode 2025-2029. Program ini tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034.

Melalui program Lisdes, pemerintah menargetkan elektrifikasi untuk 10.068 desa dan dusun yang belum teraliri listrik. Dengan pembangunan pembangkit berkapasitas 394 megawatt (MW) dan penyambungan listrik ke sekitar 780 ribu rumah tangga.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, program ini ditujukan untuk memastikan seluruh masyarakat di Indonesia bisa menikmati layanan listrik 24 jam.

"Tugas lima tahun ke depan melalui program Lisdes 2025-2029, sesuai perintah bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah segera menginventarisir dan membuat program terobosan dalam rangka memberikan akses listrik kepada desa-desa yang belum terlistriki," kata Bahlil dalam siaran pers resmi PLN, Jumat (30/5/2025).

Menurut Bahlil, energi bukan hanya persoalan kebutuhan, tapi juga bentuk pemerataan dan keadilan yang harus dilakukan dari Aceh sampai Papua. Untuk merealisasikan program Lisdes ini memerlukan investasi sekitar Rp 50 triliun.

"Upaya menyediakan akses desa belum berlistrik ini dapat menjadi peluang bagi investor untuk menanamkan investasinya bersama Pemerintah untuk mewujudkan energi berkeadilan," kata Bahlil.

 

83.693 Desa Nikmati Listrik

Petugas PLN melakukan pencatatan meteran listrik di rumah warga kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (30/6/2020). PLN memastikan seluruh petugas dikerahkan mencatat ke rumah pelanggan pascabayar untuk digunakan sebagai dasar perhitungan tagihan listrik bulan Juli 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Lisdes merupakan program pemerintah melalui penugasan kepada PLN untuk menghadirkan listrik di seluruh wilayah termasuk wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Hingga akhir 2024, sebanyak 83.693 desa dan kelurahan telah menikmati listrik.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengutarakan, program Lisdes memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat. Terutama di daerah-daerah terpencil yang selama ini kesulitan mendapatkan akses energi.

"Program Lisdes ini sangat penting untuk menciptakan pemerataan pembangunan di wilayah kami yang luas dan berbentuk kepulauan. Kami berharap dengan adanya akses listrik, masyarakat dapat lebih berkembang, terutama dalam sektor ekonomi dan pendidikan," ungkapnya.

 

Jadi Kebutuhan Primer

Suasana perbaikan Menara Sutet di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (12/8/2015). Pekerjaan tersebut mengandung resiko besar karena jaringan listrik masih dipelihara tanpa dipadamkan. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menekankan, bahwa listrik merupakan kebutuhan primer bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

Oleh karenanya, sebagai BUMN yang diberi mandat dalam ketenagalistrikan nasional, PLN siap menjalankan arahan Pemerintah demi memastikan keadilan dan ketahanan energi hingga seluruh pelosok tanah air.

"Sebagai perpanjangan tangan Pemerintah untuk menyediakan tenaga listrik bagi seluruh rakyat Indonesia dan bentuk pengejawantahan sila ke-5 Pancasila, kami berkomitmen penuh memastikan keberhasilan Program Lisdes yang telah masuk dalam RUPTL PLN 2025-2034 sebagai wujud kehadiran negara dalam memastikan pemerataan energi bagi seluruh rakyat Indonesia," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya