Laksa Pengantin, Bukti Kepiawaian Memasak Pengantin Perempuan

Dalam tradisi lamaran adat Betawi, umumnya tersedia shie, yakni peti kayu dengan ukiran yang berisi bahan makanan. Peti ini menjadi syarat utama upacara lamaran.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 31 Mei 2025, 11:00 WIB
resep laksa betawi ©Ilustrasi dibuat AI

Liputan6.com, Jakarta - Laksa pengantin atau laksa betawi merupakan kuliner khas Betawi yang lekat dengan tradisi dan budaya. Sesuai namanya, kuliner ini kerap hadir dalam acara pernikahan adat Betawi.

Mengutip dari laman Seni & Budaya Betawi, laksa penjantin adalah julukan yang diberikan oleh masyarakat Betawi sebelum akhirnya kuliner ini banyak diperjualbelikan di ibu kota. Hidangan ini sekaligus menjadi bukti kepiawaian mempelai perempuan dalam hal memasak.

Dalam tradisi lamaran adat Betawi, umumnya tersedia shie, yakni peti kayu dengan ukiran yang berisi bahan makanan. Peti ini menjadi syarat utama upacara lamaran.

Uniknya, bahan yang ada di dalam peti merupakan bahan yang akan digunakan mempelai perempuan untuk membuat laksa. Nantinya, laksa yang telah dimasak oleh mempelai perempuan akan dibawa ke rumah mertua saat tradisi pulang tige ari.

Namun, terdapat versi lain terkait makna laksa betawi dalam pernikahan. Konon, makanan ini menjadi simbol ungkapan rasa syukur orang tua pengantin laki-laki saat mengetahui bahwa menantu perempuannya masih suci.

Laksa betawi memiliki keistimewaan yang terletak pada kuahnya. Kuliner ini memiliki kuah yang lebih kental, sehingga bumbunya lebih terasa.
Terkait nama, istilah laksa berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti banyak. Hal itu dapat merujuk pada rasanya yang kaya maupun asal kuliner ini.

 

Asimilasi

Laksa betawi yang manis dan gurih merupakan kuliner hasil asimilasi antara peranakan Melayu dan budaya China. Orang Cina Betawi adalah yang paling banyak menjajalan laksa betawi.

Laksa betawi terdiri dari potongan ketupat, taoge, daun kemangi, daun kucai, bihun, kuah santan kelapa, serta ebi. Laksa juga biasa disajikan bersama dengan makanan pendamping lain, seperti semur isian jengkol, tempe, tahu, hingga telur.

Kuah semur tersebut berwarna coklat pekat dengan tekstur kental. Potongan empal bercita asam manis juga menambah sensasi saat menyantap laksa betawi.

Laksa pengantin atau laksa betawi telah menjadi kuliner khas yang lekat dengan tradisi sekaligus kehidupan masyarakat setempat. Makanan ini mudah ditemukan di berbagai sudut Kota Jakarta.

Penulis: Resla

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya