Gimbot Era 1990-an, Revolusi Game Portabel di Indonesia

Perangkat ini memuat beberapa permainan klasik seperti tetris, snake, race car, dan tank battle yang meskipun tidak memiliki grafis canggih, tetap mampu memberikan pengalaman bermain yang menghibur.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 31 Mei 2025, 17:00 WIB
Gimbot merupakan permainan game portable anak 90an (Sumber foto: weekend.gazeta.com)

Liputan6.com, Yogyakarta - Pada periode 1990-an hingga awal 2000-an, gimbot atau brick game muncul sebagai salah satu bentuk hiburan digital yang paling populer di Indonesia. Perangkat sederhana ini mentransformasi konsep permainan portabel dengan harga yang terjangkau, sebelum akhirnya mengalami pergeseran popularitas seiring kemunculan konsol game modern.

Mengutip dari berbagai sumber, gimbot pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada awal dekade 1990-an. Alat ini merupakan adaptasi lokal dari brick game yang diproduksi secara massal di Tiongkok.

Desainnya dengan layar monokrom dan tombol-tombol sederhana menjadikannya mudah untuk dibawa ke berbagai tempat. Berbeda dengan konsol game seperti nintendo yang memiliki harga relatif mahal, gimbot dijual dengan kisaran harga antara Rp50.000 hingga Rp150.000.

Perangkat ini memuat beberapa permainan klasik seperti tetris, snake, race car, dan tank battle yang meskipun tidak memiliki grafis canggih, tetap mampu memberikan pengalaman bermain yang menghibur.

Berbagai permainan yang tersedia, tetris menempati posisi sebagai yang paling populer. Snake juga termasuk favorit dengan konsep permainan yang mengharuskan pemain mengendalikan ular yang terus memanjang ketika memakan objek tertentu.

Dalam konteks sosial, gimbot berkembang menjadi lebih dari sekadar alat permainan, melainkan bagian dari budaya populer anak-anak era 1990-an. Banyak pelajar yang membawa perangkat ini ke sekolah untuk dimainkan selama waktu istirahat atau dalam perjalanan pulang-pergi.

 

Objek Pertukaran

Beberapa komunitas, gimbot menjadi objek pertukaran atau pinjam-meminjam antar teman. Tidak jarang terjadi kompetisi informal untuk menentukan pemain yang mampu mencapai skor tertinggi dalam permainan tertentu.

Menjelang akhir 1990-an, muncul berbagai varian gimbot dengan pengembangan fitur. Beberapa versi baru menawarkan jumlah permainan yang lebih banyak, dilengkapi dengan fungsi tambahan seperti kalkulator dan penunjuk waktu digital.

Akan tetapi, pada awal 2000-an, popularitas gimbot mulai meredup seiring dengan kehadiran perangkat seperti game boy, playstation portable (PSP), dan telepon seluler yang telah dilengkapi dengan fitur permainan sederhana.

Beberapa versi modern dengan desain retro masih diproduksi hingga saat ini. Berbagai permainan klasik yang pernah ada dalam gimbot, seperti tetris dan snake, kini dapat ditemukan dalam bentuk adaptasi aplikasi mobile.

Penulis: Ade Yofi Faidzun

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya