Dialog Pilar Sosial di Riau, Mensos Gus Ipul Bicara Pentingnya Data Akurat untuk Tuntaskan Kemiskinan

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan bahwa data yang tepat dan pilar sosial yang bergerak dengan hati adalah kombinasi kuat untuk menaklukkan kemiskinan.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 27 Mei 2025, 16:42 WIB
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam Dialog Bersama Pilar-Pilar Sosial di Balai Pelangi, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (27/5/2025).

Liputan6.com, Pekanbaru Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan bahwa data yang tepat dan pilar sosial yang bergerak dengan hati adalah kombinasi kuat untuk menaklukkan kemiskinan.

“Ketika negara hadir dengan data yang tepat dan pilar sosial bergerak dengan hati yang ikhlas, maka tak ada kemiskinan yang tak bisa kita lawan,” kata Gus Ipul dalam Dialog Bersama Pilar-Pilar Sosial di Balai Pelangi, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (27/5/2025).

Sebanyak 421 orang dari berbagai unsur pilar sosial hadir dalam kegiatan ini. Mereka terdiri dari SDM PKH (179 orang), TKSK (33 orang), PSM (70 orang), Karang Taruna (75 orang), Tagana (20 orang), Pordam (15 orang), dan PDP Rehsos (29 orang).

Mereka adalah representasi kekuatan yang selama ini hadir di lapangan, di daerah-daerah terpencil, dalam bencana, dan pada situasi-situasi sunyi yang luput dari sorotan. Hadir pula dalam kesempatan ini Gubernur Riau Abdul Wahid dan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.

Mensos Gus Ipul menerangkan bahwa kekuatan data menjadikan pentingnya Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan untuk menjangkau masyarakat miskin secara tepat sasaran.

“Kita tidak boleh menebak penderitaan. Dengan DTSEN, kita menjemput keadilan dengan langkah yang pasti,” jelasnya.

Peran Sekolah Rakyat dan Target KPM Graduasi

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam Dialog Bersama Pilar-Pilar Sosial di Balai Pelangi, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (27/5/2025).

Selain bicara soal pentingnya data, Gus Ipul juga menyoroti peran Sekolah Rakyat sebagai taman harapan yang mengangkat anak-anak miskin dari keterbatasan menuju peradaban.

Ia juga menantang para pendamping PKH untuk mengantarkan minimal 10 KPM graduasi setiap tahun sebagai bentuk nyata dari proses transformasi sosial.

“Graduasi bukan perpisahan, tapi kelahiran kembali, dari penerima bantuan menjadi warga yang berdiri di atas kaki sendiri,” kata Gus Ipul.

 

Pilar Sosial Sebagai Garda Depan Kerja-kerja Kemanusiaan

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam Dialog Bersama Pilar-Pilar Sosial di Balai Pelangi, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (27/5/2025).

Sementara itu, Gubernur Riau Abdul Wahid dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kontribusi Kementerian Sosial, yang telah menjadi garda depan dalam kerja-kerja kemanusiaan.

“Kemensos ini yang paling banyak mengerjakan tugas-tugas berpahala. Terima kasih banyak Pak Menteri dan jajaran atas sinergitas yang terus dibangun,” ujar Abdul Wahid.

Ia menegaskan bahwa persoalan kemiskinan adalah tanggung jawab kolektif antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi dengan pilar sosial menjadi kunci untuk menuntaskan pekerjaan rumah yang menahun.

Menutup kegiatan, Gus Ipul kembali menegaskan bahwa pilar sosial adalah wajah negara yang hidup di tengah rakyat, yang setiap hari menyalakan lentera harapan di tempat-tempat paling sunyi.

“DTSEN adalah cahaya yang menuntun langkah, Sekolah Rakyat adalah pintu menuju masa depan, dan pilar sosial adalah tangan-tangan harapan yang tak kenal lelah menanam kebaikan,” tuturnya.

Lebih dari sekadar pertemuan, dialog ini menjadi titik temu antara harapan dan tindakan nyata—sebuah gerakan sosial yang dimulai dari bawah, bergerak ke pinggiran, dan kembali memberdayakan masyarakat sesuai dengan peran.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya