Makna Lagu Bohemian Rhapsody dari Queen, Sebuah Ungkapan Puitis Freddie Mercury yang Penuh Misteri tentang Pergulatan Moral

Makna lagu dari lirik Bohemian Rhapsody sebenarnya masih misterius dan menjadi bahan perdebatan di kalangan penggemar Queen. Namun, beragam interpretasi sangat menarik untuk diketahui. Yuk kita selami salah satu lagu terbaik dari grup musik asal Inggris ini.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 26 Mei 2025, 19:00 WIB
Grup musik Queen dalam foto promosi tahun 1975 untuk album A Night At The Opera yang dipublikasikan oleh label rekaman di Amerika Serikat, Elektra Records. (Via Wikimedia Commons/Koh Hasebe/Elektra Records/Public Domain)

Liputan6.com, Jakarta Dirilis pada 1975, "Bohemian Rhapsody" merupakan sebuah lagu sekaligus fenomena budaya yang masih menggugah rasa penasaran hingga kini. Karya legendaris Queen ini ditulis oleh sang vokalis, Freddie Mercury, yang terkenal karismatik dengan pribadi eksentrik dan penuh misteri.

Hingga detik ini, makna lagu dari lirik "Bohemian Rhapsody" memang masih menjadi bahan perdebatan di kalangan penggemar grup musik asal Inggris tersebut bahkan di mata para kritikus musik. Mungkin saja hal itulah yang memang diinginkan oleh seorang Freddie Mercury.

Dibuka dengan kalimat “Is this the real life? Is this just fantasy?”, lagu ini langsung mengajak pendengar memasuki dunia metafora dan refleksi yang dalam. Salah satu kata dalam liriknya berasal dari bahasa Arab Islami dan memiliki nuansa spiritual, yakni “Bismillah” (yang berarti “Dengan menyebut nama Allah”).

Lalu ada juga sebutan “Beelzebub” yang diketahui merupakan nama lain untuk Iblis, dan “Scaramouch” yang merujuk pada tokoh badut pengecut dalam pertunjukan teater komedi klasik.

Freddie Mercury sendiri dibesarkan dalam keluarga pemeluk aliran Zoroastrianisme, dan besar di Zanzibar sebelum pindah ke Inggris karena gejolak politik. Ada dugaan bahwa lirik lagu ini mencerminkan pergolakan batinnya saat meninggalkan masa kecil, identitas kulturalnya, hingga konflik internalnya yang lebih dalam.


DIkaitkan dengan Seksualitas dan Identitas Diri Freddie Mercury

Layar menampilkan gambar Freddie Mercury mengiringi band Queen dan Adam Lambert yang membuka perhelatan Oscar 2019 di Dolby Theatre, Los Angeles, Minggu (24/2). Queen menghentak panggung Oscar 2019 lewat lagu We Will Rock You. (Chris Pizzello/Invision/AP)

Beberapa interpretasi yang bermunculan menyatakan bahwa lagu ini adalah bentuk "pengakuan" tersembunyi tentang seksualitas Freddie Mercury.

Di masa itu, ia mulai menghadapi kenyataan mengenai orientasi seksualnya dan hubungannya dengan Mary Austin, sosok penting dalam hidupnya, yang mulai merenggang. Penulis biografi Lesley-Ann Jones dan teman dekat Freddie, Tim Rice, mendukung teori ini.

Tim Rice menawarkan interpretasi emosional dari bait “Mama, I just killed a man.” Baginya, ini bukan tentang pembunuhan literal, melainkan metafora tentang “membunuh” sosok Freddie lama yang mencoba hidup sebagai orang lain. “Dia telah menghancurkan pria yang seperti diinginkan pada dirinya, dan sekarang inilah dia,” kata Rice.

Namun, Freddie sendiri tetap bungkam. Dalam sebuah wawancara, ia hanya berkata, “Ini adalah salah satu lagu yang memiliki nuansa fantasi… Saya pikir orang-orang harus mendengarkannya, memikirkannya, dan kemudian mengambil keputusan sendiri.”

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya