Liputan6.com, Lumajang - Bupati Lumajang Indah Amperawati mengapresiasi gerak cepat Pemprov Jatim dalam memperbaiki Tanggul Kebondeli Lumajang yang rusak sejak April lalu. Indah menyebutkan, perbaikan tanggul menjadi sangat penting karena jika tidak diperbaiki dengan cepat akan mengancam warga dan area persawahan yang ada di sekitarnya.
Tanggul sepanjang dua kilometer yang ada di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, itu rusak parah sekitar 300 meter akibat terjangan banjir lahar dingin Gunung Semeru pada April 2025. Jika tidak lekas diperbaiki keselamatan 272 kepala keluarga dengan 1.027 jiwa dan lahan pertanian seluas 165 hektare akan terancam.
Advertisement
Dari sekitar 300 meter tanggul yang rusak, kata Indah, kini hanya tersisa tanah saja tanpa ada batuan penahan. Ini yang membuat warga khawatir tanggul akan jebol apabila sewaktu-waktu banjir lahar hujan Gunung Semeru terjadi dengan intensitas tinggi.
"Tanggul yang terkikis ini ya tinggal tanah saja, sudah hilang batuan penahannya," kata Indah, Minggu (25/5/2025).
Indah mengatakan, untuk saat ini kondisi warga yang tinggal di Dusun Kebondeli masih terbilang aman. meski demikian, warga diimbau tetap waspada jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, khususnya pada malam hari.
"Warga sampai saat ini aman, tapi kalau malam kita minta evakuasi mandiri, antisipasi jika terjadi hujan dan sampai banjir lahar," katanya.
Saat ini Pemkab Lumajang, kata Indah, terus melakukan kordinasi lintas sektor. Menurutnya, Pemkab Lumajang tidak bisa bekerja sendiri karena keseimbangan ekosistem dan perlindungan masyarakat adalah tanggung jawab bersama, termasuk para pelaku tambang yang beroperasi di wilayah aliran lahar dingin Gunung Semeru.
"Saya mendorong mereka untuk ambil bagian dalam memperbaiki tanggul dan mendukung penyudetan sungai. Itu bukan hanya soal tanggul, namun soal kepemimpinan kolektif, gotong royong, dan upaya melindungi masa depan masyarakat Lumajang dari risiko bencana," katanya.