35 Tahun Penantian Liverpool dan Ciuman Van Dijk untuk Trofi Premier League

Anfield menjadi saksi momen bersejarah yang telah ditunggu selama 35 tahun. Virgil van Dijk dengan bangga mengangkat trofi Premier League sambil mencium piala emas, menandai berakhirnya penantian panjang Liverpool untuk merayakan gelar juara di kandang sendiri.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 26 Mei 2025, 07:46 WIB
Pelatih Liverpool, Arne Slot dismprot oleh Harvey Eliott (kanan) dan Virgil van Dijk (kiri) saat merayakan gelar juara Liga Inggris 2024/2025 setelah mengalahkan Tottenham Hotspur di Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu (27/04/2025). (AFP/Paul Ellis)

Liputan6.com, Jakarta Anfield menjadi saksi momen bersejarah yang telah ditunggu selama 35 tahun. Virgil van Dijk dengan bangga mengangkat trofi Premier League sambil mencium piala emas, menandai berakhirnya penantian panjang Liverpool untuk merayakan gelar juara di kandang sendiri.

Perayaan spektakuler ini menjadi puncak dari dominasi luar biasa The Reds sepanjang musim 2024/2025. Liverpool berhasil mengamankan gelar juara mereka yang ke-20 dengan keunggulan 10 poin dari Arsenal di posisi kedua, membuktikan superioritas mereka di kompetisi tertinggi Inggris.

Momen emosional ini tidak hanya menjadi penutup sempurna bagi kampanye luar biasa Liverpool, tetapi juga menandai era baru yang cemerlang di bawah kepemimpinan Arne Slot. Transisi dari Jurgen Klopp ternyata berjalan mulus melampaui semua ekspektasi yang ada.


Sentuhan Kelas Van Dijk Libatkan Legenda Hansen

Raihan ini menambah torehan titel Liverpool sebagai kampiun Liga Inggris, menjadi 20 kali. (Paul ELLIS/AFP)

Kapten Liverpool menunjukkan gesture berkelas dengan melibatkan Alan Hansen dalam upacara penyerahan trofi. Legenda The Reds yang terakhir kali mengangkat trofi liga di Anfield pada 35 tahun lalu itu menyerahkan piala kepada penerusnya.

Hansen, mantan bek tengah dan kapten Liverpool era kejayaan, terlihat bangga menyaksikan tradisi kepemimpinan di klub ini berlanjut. Keputusan Van Dijk untuk menghadirkan sosok ikonik tersebut mencerminkan respect terhadap sejarah dan warisan Liverpool.

Momen simbolis ini menjadi jembatan antara generasi emas masa lalu dan era modern yang gemilang. Anfield pun bergemuruh dengan applause untuk dua kapten legendaris yang dipisahkan oleh rentang waktu lebih dari tiga dekade.


Arne Slot Buktikan Transisi Sempurna Pasca Klopp

Manajer Liverpool, Arne Slot, berselebrasi setelah memastikan tim asuhannya menjuarai Premier League 2024/2025 usai kemenangan telak atas Tottenham Hotspur di Anfield, Minggu (27/4/2025) malam WIB. (AP Photo/Jon Super)

Keraguan tentang masa depan Liverpool pasca kepergian Jurgen Klopp terbukti tidak beralasan. Arne Slot berhasil memimpin tim dengan luar biasa dan bahkan melampaui ekspektasi tertinggi yang dipasang untuknya.

Pelatih asal Belanda itu menerima sambutan hangat dari Kop saat namanya diumumkan. Prestasinya mengantarkan Liverpool ke puncak Premier League sejak November dan tidak pernah terkejar lagi menunjukkan kualitas taktis dan kepemimpinannya.

Petinggi klub Tom Werner yang hadir langsung dari Amerika Serikat memuji kerja luar biasa Slot. "Ini hari yang sangat emosional dan musim yang magis. Arne layak mendapat kredit besar sebagai pelatih luar biasa yang otentik," ujar Werner.

Lanjut Baca:

Trent Alexander-Arnold menerima sambutan meriah dari pendukung Liverpool meski akan segera pindah ke Real Madrid. Suporter memberikan apresiasi tulus untuk 20 tahun pengabdian pemain kelahiran Liverpool itu. Bek kanan berusia 26 tahun itu bahkan sampai menangis karena terharu dengan dukungan luar biasa dari Kop. Situasi ini kontras dengan perlakuan yang diterimanya dua pekan lalu saat melawan Arsenal di kandang. "Saya tidak tahu apa yang diharapkan setelah kejadian beberapa minggu lalu. Hari ini menjadi hari terbaik dalam hidup saya," ungkap Alexander-Arnold usai pertandingan melawan Crystal Palace.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya