Terhenti di Semifinal Malaysia Masters 2025, Apri/Febi: Kami Perlu Banyak Belajar

Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum mengaku masih perlu banyak belajar setelah terhenti di semifinal Malaysia Masters 2025.

oleh Bogi TriyadiDiterbitkan 25 Mei 2025, 16:35 WIB
Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum terhenti di semifinal Malaysia Masters 2025 setelah takluk dari unggulan pertama asal China Liu Sheng Shu/Tan Ning. Apri/Febi kalah 21-12, 7-21, dan 9-21 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu (24/5). (foto: PBSI)

Liputan6.com, Jakarta - Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum harus mengakhiri kiprahnya dalam Malaysia Masters 2025 di semifinal. Ganda putri Indonesia tersebut harus mengakui unggulan pertama asal China Liu Sheng Shu/Tan Ning.

Apri/Febi sempat memenangkan game pertama. Tapi, pasangan baru ini harus takluk dari Liu/Tan 21-12, 7-21, dan 9-21 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu (24/5).

"Memang ada beberapa hal yang harus dipelajari dan evaluasi," kata Apri usai pertandingan semifinal. "Kami tidak lupa untuk bersyukur, kami bisa sampai di semifinal."

Apri dan Febi adalah pasangan baru. Debut pasangan ini di Taipei Open 2025, awal Mei lalu dan mencapai babak 16 besar.

Meski ada peningkatan dalam hal pencapaian, Apri merasa dia dan Febi masih perlu banyak belajar. "Kami perlu banyak belajar untuk bisa lebih saling mengisi lagi. Secara komunikasi dan secara permainan," papar Apri.

 


Terus Berproses

Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum kalah dari unggulan pertama asal China Liu Sheng Shu/Tan Ning pada semifinal Malaysia Masters 2025. Apri/Febi takluk 21-12, 7-21, dan 9-21 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu (24/5). (foto: PBSI)

Apri berhadap dia dan Febi bisa belajar dari ganda putri yang levelnya sudah di atas mereka. "Kami belajar dari mereka yang levelnya sudah di atas. Kalau tertekan bagaimana caranya keluar dari situasi sulit. Yakin akan kualitas dan percaya satu sama lain," ucap Apri.

"Saya berharap kami bisa terus berproses ke depan. Buat Febi harus bisa lebih berani mengungkapkan apa yang ada di pikiran dan dirasakan demi kemajuan bersama," pungkas Apri.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya