Liputan6.com, Jakarta - Universitas Bunda Mulia (UBM) menyelenggarakan Seminar Nasional Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan bertajuk “The Future Impact of Artificial Intelligence” di The UBM Sport Hall, UBM Tower, Serpong.
“Universitas Bunda Mulia menyelenggarakan Seminar Nasional Artificial Intelligence dan secara resmi meluncurkan program studi yang akan menjawab tantangan industri akan kecerdasan buatan serta manfaatnya bagi pengembangan industri. Kami juga berbahagia karena hari ini karena ditemani para pakar AI dari pemerintah dan dunia pendidikan untuk berbagi wawasan demi keberlanjutan kehidupan bersama,” ujar Kandi Sofia Senastri Dahlan, selaku Wakil Rektor Universitas Bunda Mulia.
Advertisement
Setelah meluncurkan Program Studi Artificial Inteligence (AI) pada bulan Oktober 2024 yang lalu, sekaligus menjadikan UBM sebagai kampus swasta pertama yang memiliki Program studi AI, UBM juga meluncurkan Program Studi Magister Teknologi Informasi untuk menjawab kebutuhan industri terhadap talenta di bidang teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI).
Program Magister Teknologi Informasi di UBM dirancang untuk mengembangkan profesional yang memiliki pengetahuan mendalam dalam teknologi informasi berbasis AI dan juga mampu memimpin transformasi digital di berbagai sektor industri. Fokus utama program ini adalah pada penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan analitik bisnis dengan pemanfaatan Big Data untuk menciptakan solusi inovatif yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan masyarakat.
Acara ini juga menghadirkan talkshow dengan pembicara-pembicara ternama dari dalam dan luar negeri seperti: Karlisa Priandana Plt. Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jendral Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek. Kemudian Adhiguna Mahendra Direktur Data dan Kecerdasan Buatan, Otorita Ibu Kota Negara (OIKN), dan Bo An Head of Artificial Intelligence Division Nanyang Technological University.
Para narasumber membahas isu strategis terkait tren, tantangan, dan dampak AI pada teknologi IoT dengan adanya Agentic AI serta computer vision, terhadap sektor pendidikan, pemerintahan, industri kreatif, dan pembangunan smart city.
7 Prinsip
Dalam sesi pembuka, Karlisa menyoroti tujuh prinsip penting agar pengembangan AI tetap berfokus pada nilai kemanusiaan dan etika, mulai dari sistem human-in-the-loop hingga regulasi yang inklusif. Sementara itu, Adhiguna Mahendra menegaskan luasnya potensi AI - tidak hanya sebatas pembuatan gambar atau video - melainkan juga untuk menciptakan teknologi yang mempermudah kehidupan manusia, termasuk pengembangan sistem pintar di IKN seperti transportasi, kesehatan, dan manajemen lingkungan.
Dalam paparan di sesi akhir talkshow, Bo An menjelaskan tentang peran penting Autonomous Agents dalam memecahkan berbagai permasalahan kompleks di dunia nyata. Ia menguraikan bahwa pendekatan ini dapat dilakukan melalui: Algoritma optimisasi untuk menyelesaikan masalah berskala kecil secara efisien, Reinforcement Learning (RL) untuk menangani masalah berskala besar dan spesifik dengan pembelajaran dari pengalaman, serta Large Language Models (LLMs) untuk menyelesaikan permasalahan umum secara lebih fleksibel dan adaptif.
Sebagai bentuk nyata kolaborasi strategis, acara ini juga diwarnai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UBM dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), XIT.AI, dan Korika AI.
“Kolaborasi ini diharapkan memperkuat ekosistem riset dan inovasi AI serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Ibu Yenli Megawati, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Hubungan Eksternal UBM.