Rudal Kiamat AS: Minuteman III Melesat 24.000 Km/Jam Dalam Uji Coba Terbaru

Peluncuran rudal nuklir Minuteman III membawa pesan jelas: sistem deterensi atau pencegah nuklir AS tetap siap siaga.

oleh Tanti YulianingsihDiterbitkan 23 Mei 2025, 19:40 WIB
Minuteman III melaju dengan kecepatan 24.000 km/jam per jam ke lokasi uji di Kepulauan Marshall.

Liputan6.com, Virginia - Angkatan Udara AS meluncurkan intercontinental ballistic missile (ICBM) atau rudal balistik antarbenua berkemampuan nuklir Minuteman III pada Rabu (21/5) pagi — sebagai bagian dari uji rutin sistem doomsday missiles atau rudal kiamat negara itu. Rudal ini mampu membawa hulu ledak nuklir ke mana pun di Bumi.

"Rudal tersebut diluncurkan tanpa hulu ledak dari Vandenberg Space Force Base (Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg) di California," kata militer AS seperti dikutip dari New York Post, Jumat (23/5/2025). 

"Rudal itu melesat dengan kecepatan 15.000 mil/jam atau 24.000 km/jam menuju lokasi uji di Kepulauan Marshall yang berjarak 4.200 mil (6.760 km)," kata pihak berwenang.

Minuteman adalah program era 1970-an yang rencananya akan diganti Angkatan Udara AS dengan sistem Sentinel. Namun program baru ini terkendala pemotongan anggaran dan penundaan.

Karenanya, peluncuran pada hari Rabu (21/5) itu membawa pesan jelas: sistem deterensi atau pencegah nuklir AS tetap siap siaga.

"Uji peluncuran ICBM ini menegaskan kekuatan deterensi nuklir negara dan kesiapan pangkalan rudal darat dalam triad nuklir," kata Jenderal Thomas Bussiere, Komandan Komando Serangan Global AS dalam pernyataan resmi.

Angkatan Udara menekankan bahwa uji coba ini rutin dan "bukan respons terhadap peristiwa global terkini."

 

Apa Itu Triad Nuklir AS?

Minuteman III di langit malam. (X/Sentdefender)

 

"Triad nuklir" AS terdiri dari pesawat pengebom bersenjata nuklir, kapal selam siluman yang membawa ICBM nuklir Polaris, dan sekitar 400 rudal Minuteman III berbasis darat.

Angkatan Udara AS telah merencanakan untuk menonaktifkan semua rudal era Perang Dinginnya pada tahun 2039, tetapi Sentinel bahkan belum sepenuhnya diuji, dan penundaan dalam program tersebut dapat mendorong tanggal transisi hingga setidaknya tahun 2050, menurut Bloomberg.

Namun Angkatan Udara AS bersikeras bahwa program Sentinel berada di jalur yang benar, menambahkan bahwa "sampai kemampuan penuh tercapai, Angkatan Udara berkomitmen untuk memastikan Minuteman III tetap menjadi pencegah yang layak."

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya