Tangkal Hoaks Seputar Makanan dan Obat, Begini Caranya

BPOM memerangi hoaks seputar obat dan makanan dengan memanfaatkan tekonologi digital, bagaimana caranya? Simak artikel berikut ini.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 23 Mei 2025, 20:00 WIB
Kepala Badan POM, Penny Lukito memberikan keterangan pers mengenai tahapan perizinan dan regulasi Vaksin Covid-19, di Jakarta, Kamis, 17 Desember 2020. (Dok. KPCPEN)

Liputan6.com, Jakarta- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berupaya menangkal hoaks terkait seputar obat dan makanan, dengan memperluas akses komunikasi, informasi, edukasi (KIE) melalui peluncuran subsite KataBPOM.

Kepala Biro Hukum dan Organisasi BPOM Andriana Krisnawati mengatakan, tantangan komunikasi di era digital tidak lagi sekedar keterbatasan akses informasi, namun lebih pada derasnya informasi yang belum tentu akurat, bahkan seringkali menyesatkan. Maraknya hoaks dan misinformasi di media digital, menjadi bukti bahwa strategi KIE harus menjadi adaptif, responsif, dan inovatif.

"Dengan navigasi yang mudah dan tampilan interaktif, KataBPOM dirancang untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, lintas generasi, dan juga lintas wilayah," kata Andriana, dikutip dari Antara, Jumat (23/5/2025).

Menurut Andriana, KIE bukanlah sekedar kegiatan pelengkap saja, melainkan merupakan komponen utama komunikasi resiko yang menentukan sejauh mana pengalaman dan partisipasi masyarakat dalam upaya pelindungan kesehatan masyarakat.

Subsite tersebut juga sebagai ruang kolaborasi untuk mengedukasi pihak internal maupun publik termasuk tenaga kesehatan, pendidik, komunitas, konsumen, dan kalangan media.

"Di dalamnya terdapat pula menu edukasi kolaboratif yang telah disusun bersama Masyarakat Antifitnah Indonesia atau Mafindo sebagai sebuah komitmen bersama untuk memberikan edukasi pada masyarakat dalam menangkis hoaks obat dan makanan," Andriana tuturnya.

 

Transformasi Digital

Pada kesempatan itu, katanya, pihaknya juga melaksanakan sosialisasi aplikasi evaluasi KIE versi 1.5 yang merupakan sebuah instrumen yang dirancang untuk mengukur tingkat efektivitas KIE yang dilakukan oleh unit penyelenggara KIE dengan BPOM.

Hal tersebut, katanya, karena BPOM tak hanya ingin sekedar menjalankan KIE, namun juga memastikan efektivitas medianya agar publik paham pesan-pesannya.

Peluncuran subsite itu, katanya, menjadi momen untuk transformasi digital KIE dan menyebarkan semangat inovasi di era digital saat ini.

"Penguatan peran BPOM sebagai sumber informasi publik yang kredibel. KataBPOM harus menjadi rujukan utama bagi masyarakat, media, dan komunitas," tutupnya.

 

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya