Potret kaca dengan bekas tembakan peluru yang masih tertanam di lokasi aslinya menjadi saksi bisu perjuangan para mahasiswa diabadikan di Museum Tragedi 12 Mei 1998 Universitas Trisakti, Jakarta, Jumat (23/5/2025). (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Museum Tragedi 12 Mei 1998 merupakan sebuah ruang yang didedikasikan untuk mengenang dan menghormati peristiwa tragis pada tanggal 12 Mei 1998 silam di Jakarta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Bertempat di lobi Gedung Dr. Sjarif Thajeb, Universitas Trisakti Kampus A, Jakarta, museum ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya demokrasi, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Museum Tragedi 12 Mei 1998 juga menjadi ruang dokumentasi yang menggambarkan peran aktif mahasiswa Trisakti dalam memerjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Di dalam Museum Tragedi 12 Mei 1998 terangkum informasi dari berbagai arsip, dokumen, serta benda-benda yang terkait tragedi 12 Mei 1998. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Pengunjung juga bisa melihat berbagai bukti sejarah perjuangan gerakan mahasiswa tahun 1998 dalam memerjuangkan terwujudnya reformasi sistem politik di Indonesia serta mengakhiri kekuasaan rezim Orde Baru. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Namun, 27 tahun sudah berlalu, amanat gerakan reformasi politik 1998 masih belum sepenuhnya terwujud. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Cita-cita reformasi 1998 yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara yang demokratis, terbebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, juga belum sepenuhnya tercapai. (Liputan6.com/Herman Zakharia)