Liputan6.com, Jakarta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) akan membagikan dividen tahun buku 2024 senilai Rp 1,42 triliun. Rencana ini telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang diselenggarakan pada 22 Mei 2025.
"Sejumlah Rp 1,42 triliun atau Rp 34,11 per saham akan dibayarkan kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan yang Berhak pada tanggal 05 Juni 2025 sampai dengan pukul 16.00 WIB dengan memperhatikan ketentuan PT Bursa Efek Indonesia," mengutip hasil RUPST PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Kamis (23/5/2025).
Advertisement
Sebesar Rp 1 miliar dari laba 2024 akan disisihkan sebagai dana cadangan sesuai ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Sisa laba bersih sebesar Rp 1,73 triliun akan digunakan untuk keperluan investasi dan modal kerja perseroan dan dicatat sebagai laba yang ditahan.
Jadwal Pembagian Dividen Alfamart:
- Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: tanggal 3 Juni 2025
- Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: tanggal 4 Juni 2025
- Cum Dividen untuk perdagangan di Pasar Tunai: tanggal 5 Juni 2025
- Ex Dividen untuk perdagangan di Pasar Tunai: tanggal 10 Juni 2025
- Pelaksanaan pembayaran dividen dimulai pada tanggal 18 Juni 2025
Gerak Saham Alfamart
Saham AMRT hari ini terpantau anteng di posisi 2.600 atau mengalami perubahan 0,00 persen dari penutupan 22 Mei 2025. Dalam sepekan, saham AMRT naik 4 persen, namun masih terkoreksi 7,80 persen sejak awal tahun atau secara year to date (YTD).
Sebelumnya, saham AMRT sempat menggeliat saat perseroan mengumumkan akuisisi atas sebagian besar saham Lawson dari PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) atau Alfamidi pada 14 Mei 2025. Sebelumnya, saham AMRT berada di posisi 2.360. Saham AMRT kemudian berangsur naik ke posisi 2.480, 2.500, hingga ke posisi saat ini di 2.600.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, emiten ritel pemilik jaringan Alfamart, resmi mengambil alih 70% saham PT Lancar Wiguna Sejahtera (LWS), pemegang lisensi waralaba Lawson di Indonesia. Akuisisi ini dilakukan melalui pembelian 1.484.855.160 lembar saham dari PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), yang sebelumnya menjadi pemilik mayoritas LWS. Nilai transaksi mencapai Rp 200,46 miliar, dengan harga pembelian Rp 135 per saham.
Konsolidasi Bisnis Ritel: Alfamart Perluas Kendali atas Segmen Makanan Siap Saji
Dengan pengambilalihan Lawson, AMRT menambah kekuatan baru di segmen convenience store dan makanan siap saji, yang menjadi kekuatan utama dari jaringan Lawson. Hal ini melengkapi portofolio Alfamart yang sebelumnya lebih dominan di kategori kebutuhan harian dan barang konsumsi cepat saji. Akuisisi ini membuka peluang integrasi rantai pasok dan sinergi operasional antar kedua jaringan.
Langkah ini dinilai tepat, mengingat tren masyarakat urban yang semakin mengandalkan layanan cepat dan efisien untuk kebutuhan makanan dan minuman. Dengan mengontrol Lawson, AMRT kini bisa langsung menentukan arah strategi pemasaran, ekspansi, dan positioning brand yang lebih kompetitif di tengah persaingan ritel modern.
Lebih jauh, penguatan kendali atas Lawson juga memberi ruang bagi AMRT untuk melakukan inovasi model bisnis, termasuk kemungkinan integrasi dengan platform digital atau kolaborasi dengan layanan pesan antar. Strategi ini menempatkan AMRT di posisi yang lebih solid untuk menghadapi tantangan transformasi digital di sektor ritel nasional.