Liputan6.com, Jakarta Salah satu film Indonesia yang segera tayang di bioskop yakni Sampai Jumpa Selamat Tinggal karya sutradara Adriyanto Dewo, yang menempatkan Lutesha sebagai Vanya, bos geng mafia di Korea Selatan.
Lutesha sebagai Vanya, salah satu karakter pendukung dengan penampilan nyentrik. Pasalnya, sebagai Vanya, Lutesha mewarnai rambutnya jadi merah. Belum lagi ada banyak tato di tubuhnya.
Advertisement
“Sangat excited! Walaupun Vanya di sini supporting actor, aku merasa di sini Vanya sangat menarik. Bisa aku merancang karakter ini bersama sutradara,” kata Lutesha saat berkunjung ke kantor KLY Jakarta, pekan ini.
Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini merangkum 6 fakta Lutesha sebagai Vanya dalam film Sampai Jumpa Selamat Tinggal. Sang aktris menyebut, ini bukan sekadar film drama romantis belatar Korea Selatan.
1. Bos Mafia Pekerjakan Imigran Gelap
Selain Lutesha, film Sampai Jumpa Selamat Tinggal dibintangi Putri Marino, Jerome Kurnia, dan Joudy Pranata. Jerome Kurnia memerankan Rey, pria Indoneisa yang terpaksa bekerja sebagai imirgran gelap di Korea Selatan.
“Aku berperan sebagai Vanya. Dia bos gangster. Kalau Rey imigran gelap, dia harus mencari pekerjaan secara gelap dan ilegal. Aku adalah penyalurnya. Aku yang memberikan pekerjaan ilegal tersebut ke mereka,” Lutesha menjelaskan.
2. Licik, Dingin, dan Berbahaya
Sebelum syuting, Lutesha berdiskusi dengan Adriyanto Dewo soal visual Vanya. Ia tak mau Vanya jadi bos preman pada umumnya. Lepas dari kebanyakan tokoh preman, gaya bicara Vanya dalam film ini pun tidak meledak-ledak.
“Dia itu pribadi yang rebel, karismatik, dan strategis banget terkait apa saja langkah-langkah berikutnya yang akan ditempuh. Kalau diminta menyebut tiga kata untuk menggambarkan Vanya: licik, dingin dan berbahaya,” ia membeberkan.
3. Rambut Merah Sang Bos Gangster
Lutesha membangun tokoh Vanya dengan detail dari gaya busana hingga rambut. Khusus rambut, diwarnai merah. Mulanya, bintang film My Generation dan Adriyanto Dewo ingin Vanya tampil dengan rambut ungu namun batal.
“Rambutku jadi merah. Awalnya dia ingin ungu kalau enggak salah. Setelah diskusi panjang, akhirnya pilih merah. Red plum. Kalau ungu kesannya feminin. Merah lebih strong, bold,” ulas Lutesha lalu menyebut, “Merah kayak tanda bahaya bagi orang lain.”