Liputan6.com, Jakarta - Polisi batal memeriksa akademisi Rismon Hasiholan Sianipar sebagai saksi dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ditunda.
Rismon sedianya akan dimintai keterangan oleh penyidik pada Kamis (22/5/2025), namun berhalangan hadir.
Advertisement
Hal itu diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi. Dia mengaku telah berkoordinasi kepada tim penyelidik.
"Saudara RS menyampaikan kepada tim penyelidik bahwa hari ini berhalangan, hadir untuk diambil keterangan," kata Ade Ary di Polda Metro Jaya, Kamis.
Dia menerangkan, penyelidik kemudian telah menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Rismon. Rencananya, dia akan dipanggil pada Senin, 26 Mei 2025.
"Dan menyampaikan kepada penyelidik untuk dilakukan pemeriksaan di hari Senin," ucap dia.
Sementara itu, proses penyelidikan atas laporan dugaan pencemaran nama baik yang berkaitan dengan tuduhan ijazah palsu Jokowi masih terus berjalan. Hingga saat ini, penyelidik telah memeriksa 29 saksi.
"Ada 29 saksi yang telah diambil keterangannya dalam proses klarifikasi dalam tahap penyelidikan," ujar dia.
Kader PSI Dian Sandi Utama Diperiksa 5 Jam, Digali Niat Posting Ijazah Jokowi
Sebelumnya diberitakan, kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama rampung menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Senin 19 Mei 2025.
Dia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Laporan ini berkaitan dengan ijazah palsu.
"Saya keluar jam 3, berarti sekitar 5 jam. Pemeriksaan, saya ada 25 pertanyaan. Masih seputar tentang postingan saya tanggal 1 April," ujar dia, Senin (19/5/2025).
Selama pemeriksaan, Dian dicecar sekitar 25 pertanyaan, mayoritas pertanyaan berpusat pada postingan Dian di media sosial pada 1 April 2025. Postingan itu berisi foto ijazah Jokowi yang menjadi sorotan.
"Polisi menggali niatan, kenapa saya harus memposting itu. Saya jelaskan bahwa saya posting karena banyak sekali pertanyaan yang menyudutkan saya ketika saya menceritakan Pak Jokowi berdasarkan cerita dari Pak Andi itu. Akhirnya saya posting itu," kata dia kepada wartawan, Senin (19/5/2025).
Polisi Masih Gali Sumber Foto
Dia mengatakan, pihak kepolisian juga menggali terkait sumber foto ijazah Jokowi yang diunggahnya. Dia menjelaskan foto tersebut diperoleh dari beberapa referensi, termasuk dokumen digital yang dikirim oleh seorang teman.
"Itu ditanyakan juga dan itu sudah saya jelaskan bahwa ada beberapa yang saya jadikan referensi sehingga saya bisa mendapatkan foto itu. Tapi yang paling saya ditanyakan itu lebih ke soal postingan yang sebelumnya, yang soal utas-utas itu," ujar dia.
"Kan itu sebelum saya posting itu kan ada penjelasan dulu, tanggal 31 Maret. Nah, sementara saya posting ijazah kan tanggal 1," sambung dia.