Alfamidi Bakal Tebar Dividen 2024 Rp 245,7 Miliar

PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) gelar RUPST pada Kamis, (22/5/2025). Dari keputusan RUPST, Perseroan akan membagikan dividen untuk tahun buku 2024.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 22 Mei 2025, 16:31 WIB
PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di kantor pusat Alfa Tower, Tangerang. Hingga akhir 2024, pendapatan bersih Perseroan mencapai Rp19,89 triliun.

Liputan6.com, Jakarta - PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) akan membagikan dividen untuk tahun buku 2024 sebesar 45 persen dari laba bersih 2024. Hal itu telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis, 22 Mei 2025.

Adapun perseroan  juga menyampaikan laporan keuangan 2024 dalam paparan publik, Kamis pekan ini. Dari paparan publik tersebut, perseroan menyatakan pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang 2024.

Pendapatan perseroan tercatat Rp 19,89 triliun pada 2024. "Atau naik 14,62 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp17,35 triliun,"ungkap Corporate Secretary PT Midi Utama Indnesia Tbk Suantopo Po, Kamis (22/5/2025).

Selain itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat 5,76 persen menjadi Rp546,41 miliar dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp516,66 miliar.

Dalam public expose tersebut juga terungkap, bila Alfamidi berencana membagikan dividen sebesar Rp 245,7 miliar.

"Berdasarkan RUPS, kami sepakat jumlah dividen tunai yang akan kami bagikan adalah sebesar Rp 245,7 miliar. Ini setara dengan 45 persen dari laba bersih tahun 2024,” ujarnya.

Pertumbuhan Gerai Masih Positif

Sementara, Suantopo juga menjelaskan, pertumbuhan usaha juga didorong oleh strategi ekspansi gerai yang agresif. Hingga akhir 2024, jumlah gerai Perseroan mencapai 2.435 unit. Terdiri dari 2.368 gerai Alfamidi, 62 gerai Alfamidi Super dan 5 gerai Midi Fresh, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Meliputi Jawa, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi dan Maluku dan didukung oleh lebih dari 29.000 karyawan," ujar dia. 

 

 

 

Kontribusi Perseroan

Manajemen PT Midi Utama Indonesia ./Wikimedia

Perseroan juga memberikan kontribusi ekonomi melalui pembayaran pajak, remunerasi karyawan, serta pengembangan masyarakat. Dukungan kepada UMKM diwujudkan dalam pemasaran lebih dari 600 produk House Brand dan Private Label (HBPL). Serta penyediaan ruang tenant usaha di gerai-gerai Alfamidi.

Di ranah digital, Alfamidi terus mengembangkan layanan belanja praktis melalui aplikasi Midi Kriing sejak 2022.

"Sampai akhir 2024, jumlah anggota terdaftar mencapai 5.942.931 dengan 48,7 persen merupakan member aktif yang berkontribusi 39,6% terhadap total penjualan dan 23,6 persen terhadap total transaksi,"kata Suantopo.

Alfamart Kuasai Lawson Indonesia, Resmi Akuisisi 70% Saham dari Alfamidi

Ilustrasi gerai Alfamart (Foto: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Sebelumnya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), emiten ritel pemilik jaringan Alfamart, resmi mengambil alih 70% saham PT Lancar Wiguna Sejahtera (LWS), pemegang lisensi waralaba Lawson di Indonesia.

Akuisisi ini dilakukan melalui pembelian 1.484.855.160 lembar saham dari PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), yang sebelumnya menjadi pemilik mayoritas LWS. Nilai transaksi mencapai Rp200,46 miliar, dengan harga pembelian Rp 135 per saham.

Penandatanganan akta jual beli dilakukan pada 14 Mei 2025 di hadapan notaris Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn., di Kabupaten Tangerang.

Ini merupakan kelanjutan dari perjanjian jual beli saham bersyarat yang telah diumumkan sebelumnya oleh MIDI pada 9 April 2025 dalam Keterbukaan Informasi ke Bursa Efek Indonesia. Dengan ini, AMRT secara resmi menjadi pemilik mayoritas dan pengendali Lawson di Indonesia.

Transaksi ini mempertegas konsolidasi AMRT di sektor ritel domestik, di mana perseroan kini memiliki kendali langsung atas dua merek besar: Alfamart dan Lawson.

Aksi korporasi ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi pasar AMRT melalui penguasaan multi-merek yang menyasar segmen konsumen berbeda.

 

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya