Soal Reshuffle Kabinet, Bahlil: Jangan Berpikir Lampaui Batas Kewenangan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia angkat bicara soal reshuffle atau perombakan kabinet Presiden Prabowo Subianto yang didesak oleh sejumlah pihak, termasuk Pengamat Politik Rocky Gerung.

oleh Lizsa EgehamDiperbarui 22 Mei 2025, 14:35 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam sambutannya di peresmian smelter PT Amman Mineral. (Tira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia angkat bicara soal reshuffle atau perombakan kabinet Presiden Prabowo Subianto yang didesak oleh sejumlah pihak, termasuk Pengamat Politik Rocky Gerung. Bahlil mengaku tak memikirkan soal reshuffle kabinet sebab hal itu bukan kewenangannya.

"Kita itu jangan berpikir bertindak melampaui batas kewenangan," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/5/2025).

Ketua Umum Partai Golkar itu enggan berbicara banyak soal reshuffle kabinet. Bahlil Lahadalia menekankan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo.

"Kewenangan semua itu adalah hak prerogatif Bapak Presiden," ujarnya.

Sebelumnya, Pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa momentum reformasi 1998 bukan sekadar untuk diperingati, melainkan untuk diulangi dalam kaitannya dengan transformasi demokrasi ekonomi di Indonesia.

"Yang kita perlukan adalah ulangi reformasi, bukan memperingati. Aktivis tidak pernah memperingati kelakuannya sendiri, dia mengulangi kelakuannya," kata Rocky dalam acara Sarasehan Aktivis Lintas Generasi Memperingati Reformasi 1998 bertema “Dari Demokrasi Politik Menuju Transformasi Demokrasi Ekonomi” di Jakarta, Rabu.

Dia lantas menyoal pemilihan diksi reformasi ketimbang "revolusi" dalam sejarah tahun 1998 yang dinilainya sebagai kesalahan epistemik.

Menurut dia, pemilihan diksi tersebut merupakan yang “paling lemah” karena sedianya gerakan mahasiswa kala itu menghendaki diksi “revolusi”, namun gugup akan perubahan total sehingga akhirnya digunakan lah "reformasi total".

"Revolusi artinya perubahan kualitatif dari satu rezim ke rezim lain, kualitasnya berubah; reformasi itu perubahan kuantitatif yang berubah susunan manusia," ujarnya.

Reshuffle Kabinet Dinilai Peluang Wujudkan Gagasan Ekonomi Sosialis

Rocky yang menyatakan dukungannya terhadap ekonomi sosialis pun menyebut bahwa Presiden RI Prabowo Subianto menghendaki pula gagasan tersebut saat berdiskusi langsung dengan dirinya beberapa tahun lalu.

"Kami bicara tentang masa depan. Saya tantang anda mau nggak jadi pemimpin sosialis Indonesia? Dia bilang, 'Bahkan saya ingin jadi pemimpin sosialis Asia'," katanya.

Untuk itu, dia memandang perombakan kabinet (reshuffle) sebagai salah satu peluang bagi pemerintahan Presiden Prabowo untuk dapat mengejawantahkan gagasan ekonomi sosialis tersebut.

"Maka tugas presiden mengganti mereka yang do not speak socialism, dan itu yang namanya perubahan paradigma baru," tuturnya.

Dia lantas berkata, "Jadi sekali lagi ada kesempatan bagi kita untuk mengulangi energi reformasi. Kita ingin, bukan memperingati reformasi, tapi mengulangi reformasi."

Infografis Presiden Prabowo Luncurkan Danantara. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya