IHSG Hari Ini 22 Mei 2025 Dibuka ke Zona Hijau, Saham-Saham Ini Berpotensi Cuan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi, dibuka menguat 23,85 poin

oleh Ilyas Istianur PradityaDiperbarui 22 Mei 2025, 09:19 WIB
Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi, dibuka menguat 23,85 poin atau 0,33 persen ke posisi 7.166,31.

Dikutip dari ANTARA, kamis (22/5/2025), sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,53 poin atau 0,43 persen ke posisi 815,69.

Prediksi IHSG Hari Ini

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Kamis, (22/5/2025). IHSG akan merosot jika gagal break resistance di 7.170.

“IHSG hari ini berpotensi koreksi jika gagal break resistance di 7.170,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 7.040-7.070 dan level resistance IHSG di 7.170-7.230 pada Kamis pekan ini.

Sementara itu, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar menuturkan, tren indeks saham masih kuat tetapi momentum lemah. IHSG saat ini berada dalam tren naik moderat dengan konsilidasi di sekitar garis tren 7.155.

“Pergerakan harga berlangsung dalam volatilitas yang relatif rendah (standar deviasi 1.51), dengan area support di 7.094 dan 7.048, serta resistance di 7.182 dan 7,223,” ujar Tasrul.

 

Dampak Suku Bunga Turun

Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, Mirae Asset Sekuritas Indonesia juga menilai pasar merespons positif keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga.

BI menurunkan suku bunga acuannya, BI Rate beserta suku bunga fasilitas simpanan (deposit facility) dan fasilitas pinjaman (lending facility), masing-masing sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%, 4,75%, dan 6,25% pada Rapat Dewan Gubernur tanggal 20-21 Mei 2025.

Keputusan ini mengikuti langkah serupa yang diambil pada Januari lalu. Sejak 2017, BI umumnya menghindari pelonggaran kebijakan moneter pada kuartal kedua, kecuali saat pandemi 2020, karena tekanan musiman terhadap rupiah akibat repatriasi dividen.

 

Target IHSG

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Jumat (22/9/2023). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

"Pemangkasan suku bunga terbaru ini menandakan BI memprioritaskan pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung, termasuk ketegangan perdagangan yang berdampak pada prospek ekonomi Indonesia,” kata Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto.

Ia mengatakan, kinerja IHSG masih akan positif dalam jangka pendek. Namun, ia mengimbau berhati-hati untuk prospek jangka panjang mengingat lemahnya fundamental ekonomi.

“Kami mempertahankan target IHSG akhir tahun di 6.900, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 4,75%, turun dari 5,03% pada 2024,” kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya