Pasar Saham Asia-Pasifik Melemah Mengikuti Wall Street

Bursa saham Asia-Pasifik pagi ini dibuka di zona merah. Hal ini lantaran pergerakannya mengekor indeks saham AS

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 22 Mei 2025, 08:14 WIB
Seorang wanita berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Akibat peluncuran rudal Korea Utara yang mendarat di perairan Pasifik saham Asia menglami penurunan. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Jakarta Pasar saham Asia-Pasifik melemah pada Kamis, mengikuti penurunan di Wall Street. Indeks acuan Nikkei 225 Jepang dibuka turun 1,06%, sementara Topix melemah 0,85%. Di Korea Selatan, indeks Kospi merosot 0,59% dan indeks saham berkapitalisasi kecil, Kosdaq, turun 0,69%.

Dikutip dari CNBC, Kamis (22/5/2025), Indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, juga turun 0,36%. Sementara itu, kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di angka 23.640, lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 23.827,78.

Para investor juga akan mencermati pengumuman anggaran Selandia Baru untuk tahun 2025 yang dijadwalkan hari ini.

Penurunan Saham AS Dipicu Kekhawatiran Defisit

Kontrak berjangka saham AS cenderung datar dalam perdagangan Rabu malam setelah aksi jual besar-besaran di Wall Street. Kekhawatiran pasar meningkat terhadap membengkaknya defisit anggaran pemerintah AS.

Kontrak berjangka untuk Dow Jones Industrial Average turun 60 poin. Sementara kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 relatif tidak banyak berubah.

 

Yield Obligasi AS Melonjak, Indeks Utama Anjlok

Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Tiga indeks utama di Amerika Serikat ditutup melemah semalam. Aksi jual saham terjadi akibat lonjakan tajam imbal hasil (yield) obligasi negara AS, yang dipicu kekhawatiran bahwa rancangan anggaran baru AS akan semakin memberatkan defisit yang sudah besar.

Dow Jones Industrial Average anjlok 816,80 poin atau 1,91% menjadi 41.860,44. S&P 500 turun 1,61% ke 5.844,61, dan Nasdaq Composite melemah 1,41% ke 18.872,64.

Yield obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun terakhir diperdagangkan di kisaran 5,09%, level tertinggi sejak Oktober 2023. Sementara itu, yield obligasi 10 tahun naik menjadi 4,59%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya