5 Catatan Penting Usai Final Liga Europa: Malam Indah Son Heung-min dan Mimpi Buruk Manchester United

Final Liga Europa menghadirkan cerita indah bagi Tottenham yang keluar sebagai juara

oleh Asad ArifinDiperbarui 22 Mei 2025, 06:03 WIB
Tottenham juara Liga Europa 2024/2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta Final Liga Europa menghadirkan cerita indah bagi Tottenham yang keluar sebagai juara. Sedangkan, bagi kubu Manchester United, kekalahan ini bakal menjadi awal dari potensi bencana besar.

Laga final Liga Europa dimainkan di Stadion San Mames pada Kamis (22/5) dini hari WIB. Tottenham memenangkan laga ini dengan skor 1-0 lewat gol yang dicetak Brennan Johnson pada menit ke-42 usai menerima umpan Pape Sarr.

Bagi MU, laga final berjalan antiklimaks. Sebab, memulai kompetisi dengan baik, bahkan tak terkalahkan sebelum final, MU justru kalah pada laga terakhir. MU kalah dari Tottenham yang tampil sangat solid.

Sedangkan, untuk Tottenham, mereka mampu tampil solid di final. Meskipun terus berada dalam tekanan MU, Cristian Romero dan kolega mampu menjaga gawangnya untuk tak kebobolan. Simak 5 catatan penting laga final Liga Europa 2024/2025 di bawah ini.


Seni Bertahan Tottenham

Aksi Bruno Fernandes dalam laga Tottenham vs Manchester United di final Liga Europa 2024/2025, Kamis (22/5/2025). (AP Photo/Miguel Oses)

Tottenham menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya soal menyerang. Memainkan sepak bola bertahan juga bisa memberikan kemenangan, bahkan trofi penting seperti Liga Europa.

Tottenham bertahan pada hampir sepanjang laga. Mereka lebih banyak berada dalam tekanan MU. Penguasaan bola The Lilywhite hanya 27 persen. Tottenham juga hanya melepas satu shots on target.

Namun, bertahan adalah hal rumit. Banyak yang bikin permainan bertahan adalah bagian dari seni dan Tottenham memberi bukti. Mereka membuat 73 persen penguasaan bola MU terasa hampa karena tidak mampu bikin gol.


Duet Cristian Romero dan Micky van de Ven

Starting XI Tottenham dalam laga versus Manchester United di final Liga Europa 2024/2025, Kamis (22/5/2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Tottenham bertahan secara kolektif di final Liga Europa. Richarlison tampil sangat bagus. Pemain asal Brasil itu menunjukkan etos kerja besar saat membantu pertahanan.

Namun, ada ada pemain yang layak dapat apresiasi khusus yakni duet bek tengah Cristian Romero dan Micky van de Ven. Mereka bermain konsisten sangat fokus sepanjang laga.

Romero saat kuat pada situasi bola mati. Dia memastikan Tottenham tidak seperti Lyon dan Bilbao yang diobok-obok Harry Maguire. Sedangkan, Van de Ven melakukan penyelamatan penting dari peluang emas Casemiro.


Musim Bencana Setan Merah

Starting XI Manchester United dalam laga versus Tottenham di final Liga Europa 2024/2025, Kamis (22/5/2025). (AP Photo/Bernat Armangue)

Bagi MU, kekalahan di final Liga Europa akan berdampak sangat besar. Bukan hanya pada aspek olahraga, akan tetapi finansial. MU harus bersiap dengan skenario buruk.

Lanjut Baca:

MU tidak akan bermain di Liga Champions musim depan. Bahkan tidak bermain di kompetisi antarklub Eropa sama sekali. Faktor ini akan berdampak pada pemasukan klub. "Partisipasi di Liga Champions sangat penting, karena dapat menghasilkan lebih dari £100 juta (sekitar Rp2,2 Triliun) dari tiket, uang siaran, dan bonus sponsor," pakar ekonomi olahraga, Kieran Maguire, pada BBC Sport. Tanpa bermain di kompetisi Eropa, MU mungkin akan dapat penalti dari sponsor mereka. Selain itu, MU juga kehilangan daya tarik untuk merekrut pemain bintang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya