Inspirasi di Balik Mata Byakugan, Kishimoto Angkat Kisah Korban Bom Atom dalam Karakter Hinata Hyuga

Byakugan digambarkan sebagai kemampuan penglihatan superior yang membuat penggunanya melihat chakra, titik vital lawan, serta objek dalam jarak sangat jauh.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 24 Mei 2025, 17:00 WIB
Serial Anime Naruto sudah hadir dengan episode lengkap di platorm streaming Vidio. (Dok. Vidio)

Liputan6.com, Yogyakarta - Mata putih Byakugan milik klan Hyuga dalam serial Naruto ternyata terinspirasi dari kondisi korban selamat bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Masashi Kishimoto, sang pencipta, mengadaptasi fenomena kerusakan mata para korban menjadi kemampuan super dalam dunia ninja, sekaligus membentuk karakter Hinata Hyuga sebagai simbol harapan.

Mengutip dari berbagai sumber, peristiwa pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945 meninggalkan dampak fisik jangka panjang bagi para korban yang selamat. Salah satu efek yang banyak dilaporkan adalah kerusakan pada mata.

Akibatnya, penglihatan menjadi buram atau bahkan memutih akibat paparan radiasi. Kondisi ini kemudian menjadi dasar visual bagi Kishimoto dalam menciptakan mata Byakugan, ciri khas klan Hyuga di Naruto.

Byakugan digambarkan sebagai kemampuan penglihatan superior yang membuat penggunanya melihat chakra, titik vital lawan, serta objek dalam jarak sangat jauh. Konsep ini merupakan kebalikan dari kondisi nyata korban bom atom yang justru mengalami penurunan fungsi penglihatan.

Kishimoto sengaja mengubahnya menjadi kekuatan unik sebagai bentuk penghormatan sekaligus penyemangat bagi para penyintas, terutama anak-anak yang tumbuh dengan trauma perang. Hinata Hyuga, salah satu karakter utama perempuan dalam Naruto, dirancang dengan ciri mata Byakugan yang mencolok.

Desainnya mengacu pada gambaran gadis-gadis Jepang pascaperang yang mengalami gangguan penglihatan. Berbeda dengan realitanya, Hinata justru dikembangkan sebagai ninja kuat yang menguasai teknik klan Hyuga.

Perannya semakin penting seiring cerita, bahkan menjadi istri Naruto Uzumaki, tokoh protagonis serial tersebut. Kishimoto diketahui sering menyisipkan nilai-nilai humanis dan sejarah dalam karya-karyanya.

 

Pesan Perdamaian

Penggunaan inspirasi dari tragedi bom atom bukan kali pertama ia menyelipkan pesan perdamaian. Dalam wawancara-wawancara sebelumnya, ia mengaku ingin membuat cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pembaca belajar dari masa lalu.

Serial Naruto sendiri pertama kali terbit pada 1999 dan berakhir pada 2014. Selama 15 tahun, kisah ninja berekor sembilan ini menjadi salah satu manga terpopuler di dunia dengan jutaan penggemar.

Karakter Hinata Hyuga pun berkembang dari sosok pemalu menjadi wanita tangguh, mencerminkan pesan Kishimoto tentang kekuatan di balik kelemahan. Dampak bom atom di Jepang memang kerap menjadi tema dalam budaya populer negara tersebut, mulai dari film, sastra, hingga anime.

Akan tetapi, pendekatan Kishimoto melalui Naruto dianggap unik karena tidak menampilkan kesedihan, melainkan mengubahnya menjadi simbol kekuatan. Selain Hinata, klan Hyuga juga memiliki anggota lain seperti Neji yang memperkaya cerita tentang hierarki dan perjuangan dalam dunia ninja.

Penulis: Ade Yofi Faidzun

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya