Jukut Ares, Hidangan Tradisional Bali Terbuat dari Batang Pisang Muda

Proses memasak jukut ares ini pun tidak sembarangan, karena meskipun terlihat sederhana, keseimbangan rasa dan teknik pengolahan sangat menentukan cita rasa

oleh Panji PrayitnoDiterbitkan 25 Mei 2025, 07:00 WIB
Batang pisang yang mahal di luar negeri, ternyata memiliki beragam khasiat (Dok.YouTube/Wong Tani/Komarudin)

Liputan6.com, Jakarta - Jukut Ares adalah salah satu hidangan tradisional Bali yang sangat unik dan memiliki nilai budaya yang tinggi dalam kehidupan masyarakat Bali. Makanan ini terbuat dari bahan utama berupa batang pisang muda atau yang dikenal sebagai ares.

Jukut Ares diambil dari bagian dalam batang pohon pisang yang masih muda, biasanya bagian yang dekat dengan jantung pisang atau bagian tengah yang masih berwarna putih dan lembut.

Batang pisang ini dipotong tipis-tipis, lalu dimasak dengan berbagai bumbu khas Bali yang kaya akan rempah-rempah, seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, serai, daun salam, dan terkadang ditambahkan juga base genep, yakni bumbu lengkap khas Bali yang menjadi dasar dari banyak masakan tradisional di Pulau Dewata.

Proses memasak jukut ares ini pun tidak sembarangan, karena meskipun terlihat sederhana, keseimbangan rasa dan teknik pengolahan sangat menentukan cita rasa akhirnya.

Biasanya jukut ares dimasak bersama kaldu daging ayam atau bebek, dan dalam beberapa versi disertai dengan potongan daging atau jeroan, tergantung pada acara serta ketersediaan bahan saat perayaan atau upacara berlangsung.

Dalam konteks kebudayaan Bali, jukut ares bukan hanya sekadar makanan pelengkap, tetapi juga memiliki makna simbolik dan spiritual. Hidangan ini kerap kali dihidangkan dalam upacara adat, seperti odalan (upacara peringatan di pura), ngaben (upacara kremasi), atau dalam rangkaian ritual lainnya yang melibatkan persembahan kepada leluhur.

Dalam masyarakat Bali yang sangat menjunjung tinggi keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas (konsep Tri Hita Karana), jukut ares mencerminkan bagaimana alam sekitar dimanfaatkan dengan bijak dan penuh rasa hormat.

Kearifan Lokal

Pohon pisang, yang mudah tumbuh di lingkungan tropis Bali, bukan hanya dianggap sebagai tanaman yang berguna secara fisik, tetapi juga memiliki nilai sakral dalam berbagai ritual. Oleh karena itu, penggunaan batang pisang muda dalam masakan juga memiliki dimensi kultural yang dalam.

Masyarakat percaya bahwa menyajikan jukut ares dalam upacara dapat membawa keseimbangan serta penghormatan terhadap alam dan roh leluhur. Dari segi rasa, jukut ares menawarkan pengalaman kuliner yang unik dan berbeda dibandingkan dengan hidangan Indonesia lainnya.

Tekstur batang pisang yang empuk namun berserat memberi sensasi mengunyah yang khas, apalagi saat sudah meresap dengan bumbu rempah yang kuat. Kuahnya biasanya berwarna kekuningan atau kecokelatan, tergantung pada bumbu dan jenis kaldu yang digunakan, dan memiliki rasa gurih, sedikit manis, serta aroma rempah yang kuat.

Hidangan ini sering kali dinikmati dengan nasi putih hangat dan menjadi pelengkap yang menyegarkan di antara sajian berdaging atau berminyak lainnya. Jukut ares juga mencerminkan harmoni antara rasa dan tekstur, serta memperlihatkan betapa masyarakat Bali begitu lihai dalam menciptakan hidangan yang tidak hanya enak, tetapi juga sarat makna.

Walau termasuk dalam kategori masakan tradisional, keberadaan jukut ares masih tetap lestari hingga saat ini. Banyak restoran atau warung makan khas Bali yang masih mempertahankan menu ini, terutama yang mengusung konsep kuliner autentik.

Tak jarang pula wisatawan mancanegara yang tertarik mencicipi jukut ares setelah mengetahui latar belakang budaya serta keunikan rasanya. Dalam setiap suapan jukut ares, tersimpan cerita tentang tanah, leluhur, dan kearifan lokal yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Penulis: Belvana Fasya Saad

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya